Berita

VERIFIKASI FAKTUAL

Aneh Kalau KPU Loloskan Lebih Dari 10 Partai Politik

SENIN, 07 JANUARI 2013 | 09:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat hari ini akan mengumumkan partai-partai politik yang lolos verifikasi faktual. KPU Pusat hanya mengumumkan atau meneruskan hasil pleno KPU Kabupaten/Kota dan serta KPU Provnsi.

"Jadi di KPU Pusat hanya kesimpulan," jelas Ketua Umum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 7/1).

Makanya, sambung Rio, aneh kalau sampai yang diumumkan KPU Pusat berbeda dengan hasil verifikasi KPU Kabupaten/Kota dan serta KPU Provinsi.

"Agak aneh misalnya kalau KPU Pusat nanti mengumumkan kelulusan partai-partai ini berbeda dengan hasil pleno yang ada di provinsi-provinsi. Itu malah nggak boleh," ungkapnya.

Karena setiap KPU Kabupaten/Kota dan serta KPU Provinsi sudah mengumumkan hasil verifikasi faktual sebelumnya, Nasdem pun sudah memegang data-data hasil pleno KPU di daerah-daerah tersebut. Nasdem yakin bakal lolos. "Kalau Nasdem sejak awal optimis ikut Pemilu 2014," tegasnya.

Tak hanya itu, saat ini saja, masih kata Rio, sudah ketahuan partai mana saja yang lolos. Karena itu tadi, proses verifikasi di daerah itu berlangsung terbuka. Menurutnya, hanya ada 10 partai yang lolos. Hal ini melihat hasil verifikasi faktual KPU Provinsi Jawa Tengah.

"Yang paling fatal itu di Jawa Tengah. Sembilan partai yang ada di Parlemen plus Nasdem yang lolos. Nah itu saja sudah menggagalkan partai-partai lain. Karena syaratnya, punya kepengurusan yang lengkap di seluruh provinsi 100 persen. Kalau ada (parpol) gagal di satu provinsi, tamat riwayatnya. Itu saja kita pegang," tandasnya.

Makanya aneh, katanya lagi, kalau sampai KPU Pusat nanti siang mengumumkan lebih dari 10 partai yang lolos verifikasi faktual. "Darimana datanya. Bagaimana pertanggungjawaban KPU Jawa Tengah," demikian Rio. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya