Berita

BENTROKAN LAPANGAN BANTENG

Jangan Karena Hitam Mereka Dibilang Preman…

SABTU, 05 JANUARI 2013 | 15:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aktivis dan kader Partai Amanat Nasional (PAN) terus berjuang mencari keadilan agar tiga anggota Garda Muda Nasional (GMN) yang merupakan salah satu sayap organisasi partai yang dipimpin Hatta Rajasa itu segera dibebaskan dari ruang tahanan di Mapolres Jakarta Pusat.

Mereka ditangkap di halaman kantor Menko Perekonomian di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis siang kemarin (3/1). Polisi yang berjaga-jaga di sekitar kantor Hatta Rajasa itu menduga aktivis GMN itu adalah preman yang disewa untuk menghalang-halangi demonstrasi sejumlah mahasiswa.

Saksi mata mengatakan, setelah sempat terjadi ketegangan dengan anggota GMN, polisi menyerbu memasuki halaman kantor Menko Perekonomian dan menangkap anggota GMN yang sedang duduk di anak tangga di depan pintu utama.

Salah seorang anggota GMN, Mansur Husein, yang sempat adu mulut dengan polisi, diringkus polisi hingga terjatuh dan terguling di jalan. Bajunya dibuka paksa, dan dibawa ke pos polisi di depan kantor Menko Perekonomian. Hingga berita ini diturunkan ketiga anggota GMN itu masih berada di dalam tahanan Polres Jakarta Pusat. Sempat beredar informasi bahwa mereka telah dibebaskan dinihari tadi. Namun belakangan informasi itu diralat.

Ketua Umum DPP GMN, Kuntum Khairu Basa, mengecam keras kejadian yang menimpa kawan-kawannya.

"Kami menuntut Presiden SBY dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera turun tangan untuk menuntaskan masalah ini. Mereka (tiga anggota GMN itu) adalah korban kebrutalan oknum polisi. Jangan karena kulit mereka hitam lalu mereka dibilang preman," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online.

Dia menegaskan bahwa ketiga kawannya itu adalah pengurus inti DPP Garda Muda Nasional. Mansur Husain merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu GMN yang bekerja untuk kemenangan PAN. Lalu Jamaluddin Fakaubun adalah Ketua Badan Intelijen. Dan Rahman Key adalah Wakil Sekjen Badan Aksi Perjuangan Rakyat.

Dua orang staf di kantor Menko Perekonomian yang juga sempat ditahan dan sudah dibebaskan kemarin juga kader PAN. Keduanya adalah Chairul Anwar yang merupakan Ketua Badan Pemuda dan Olahraga GMN, dan Ihsan Jauhari yang merupakan Sekjen DPP PARRA. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya