Berita

yahdil harahap

Anggota Komisi III DPR: Orang yang Ditangkap Polisi dari Kantor Hatta Rajasa Bukan Preman

JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 16:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lima orang yang ditangkap Kepolisian kemarin dari Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian bukan preman. Meraka adalah staf dan pengurus organisasi sayap PAN yang kebetulan bertamu di kantor Hatta Rajasa tersebut.

"Nggak betul. Saya kira nggk ada preman. Mereka semua jago ngaji masak dibilang preman," ujar anggota Komisi III DPR Yahdil Harahap kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 4/1).

Kemarin Polisi mengamankan lima orang. Mereka adalah Mansur, Jamal, Rahman, Chairul Anwar, dan Ihsan Jauhari. Dua nama terakhir adalah staf di kantor Menko Perekonomian.

Yahdil menegaskan, justru yang harus diselidiki polisi adalah mahasiswa yang berunjuk rasa di depan kantor Kemenko Perekonomian tersebut. Karena, isu yang diangkat mahasiswa dari Forum Komunikasi Mahasiswa Bawah Tanah itu tak nyambung. Mereka menuntut penuntasan kasus kecelakaan Rasyid Amrullah. Dia curiga mahasiswa tersebut justru orang-orang bayaran.

"Masak demo kasus kecelakaan di kantor Menko Perekonomian. Ini sudah dipolitisasi. Pasti ada yang menggerakkan. Itu yang harus diselidiki Polri. Kalau demo kenaikan TDL, sembako masih wajar," tegasnya.

Karena itu, Yahdil mendesak Polisi untuk melepaskan kelima orang tersebut. "Nggak ada gunanya mereka ditahan," tandas Yahdil.

Yahdil mengingatkan, Polisi harus profesional dalam menangani aksi massa. Kalau polisi juga ikut emosi, saat dua massa sedang emosi, lalu siapa yang mengamankan massa.

"Polisi harus memiliki mental sabar. Itu gunanya polisi. Komisi III sudah menaikkan anggaran harus ada perbaikan kinerja. Harus arif, bijaksana dalam menghadapi massa. Kalau polisi terpancing, bisa dimanfaatkan orang untuk menggolkan RUU Kamnas," ungkapnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya