Berita

Fadel Muhammad

Wawancara

WAWANCARA

Fadel Muhammad: Surat Wantim Dibahas Hari Ini, Nggak Mungkin Akbar Dipecat

JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 09:08 WIB

Gonjang-ganjing Partai Golkar terus bergulir. Elektabilitas Aburizal Bakrie yang ingin bertarung dalam Pilpres 2014 selalu dipertanyakan.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung risau mengingat elektabi­litas Aburizal Bakrie belum naik.

Makanya, akhir tahun lalu dia mengirim surat kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Ba­­krie agar meningkatkan elek­ta­bilitasnya sebelum Juli 2013.

Menanggapi hal itu, Wakil Ke­tua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad meminta semua ja­jaran petinggi Partai Golkar me­nyelesaikan masalah dengan ke­pala dingin.

“Kita harus selesaikan masalah ini dengan kepala dan hati dingin. Insya Allah semua akan tersele­sai­kan dengan baik,” kata Fadel Mu­hammad kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:


Masalah ini terus bergulir, apa rumit ya?

Tidak kok. Saya menilai ma­sa­lah di tubuh Partai Golkar sangat mu­dah diselesaikan secara internal.


Kalau mudah, kenapa terus gonjang-ganjing?

Surat seperti itu kan hal yang biasa, bukan gonjang-gan­jing. De­wan Pertimbangan tentu me­miliki hak menyerahkan surat kepada DPP.


Itu bukan masalah?

Betul. Lagipula itu bisa diman­faatkan sebagai acuan pening­katan kinerja. Tapi memang se­baiknya su­rat itu hanya diketahui secara in­ternal, bukan konsumsi publik.


Loh kenapa?

Surat itu kan nasihat-nasihat baik yang disampaikan Pak Ak­bar Tandjung. Kalau sampai di­ke­­tahui publik, takutnya diman­fa­at pihak ketiga untuk memecah be­lah persatuan Partai Golkar yang sudah bagus ini.


Bukankah publik berhak tahu?

Nah ini yang harus dibedakan. Mana yang menjadi konsumsi publik dan mana konsumsi internal partai.


Bukankah publik berhak tahu?

Nah ini yang harus dibedakan. Mana yang menjadi konsumsi publik dan mana konsumsi internal partai.


Apa respons DPP menyikapi surat ini?

Surat Pak Akbar Tandjung itu kami bahas besok (hari ini). Ten­tunya akan dibicarakan dengan arif, bijaksana, dan kekeluargaan. Sebab, Partai Golkar ini se­buah keluarga besar, maka harus baik-baik menyelesaikan masalah.

Ke depan kami terus melaku­kan pertemuan internal untuk memba­has masalah partai. Saya  berharap jangan sampai masalah ini mem­buat Partai Golkar buruk di mata masyarakat. Ini kan tidak bagus.


Ada kabar Akbar Tandjung akan dipecat dari Ketua Wa­tim, apa benar?

Ah, tidak benar itu. Nggak mung­­kin Pak Akbar dipecat. Be­liau kan senior kami. Sudah lama berkorban memajukan partai ini.

Kami sangat butuh beliau un­tuk mentransferkan ilmu, penga­laman, dan wejangan untuk ke­bai­kan serta kemajuan partai ini.

Pak Akbar pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar tentu harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Saat ini memang saya merasa ada pihak-pihak lain yang sengaja membesar-besarkan masalah ini. Makanya seluruh kader Partai Gol­kar harus melihat dan menye­lesaikannya dengan kepala dan hati dingin.


Siapa kira-kira orang yang ingin Golkar pecah?

 Yang jelas ada orang-orang yang tidak ingin Partai Golkar kem­bali berjaya dengan kekuatan dan persatuan yang sudah terba­ngun sekarang.

Maka, sekali lagi saya sangat berharap mulai dari pimpinan dan kader Partai Golkar mau mera­pat­kan barisan di tahun 2013, yang katanya tahun politik. Jangan mau dipecah-belah oleh orang lain.


Masalah ini sudah terlanjur menyebar, apa langkah Anda?

Tentunya saya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar meminta kepada seluruh kader untuk tidak termakan isu apapun. Jangan sampai menimbulkan emosi sesat yang berlebihan. Ke­kompakan harus terus dijaga.

Kalau terpancing, emosi me­nyi­kapi ini tentu kita sendiri yang rugi. Orang lain akan bertepuk ta­ngan karena berhasil memecah belah dengan isu-isu tersebut.

Makanya jangan mudah mau dimanfaatkan pihak ketiga un­tuk memecah belah Partai Gol­kar. [Harian Rakyat Merdeka] 


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya