Berita

Jenderal Endriartono: Menteri yang Bekerja untuk Partai lebih Baik Mundur Saja

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 16:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Dewan Pembina Partai Nasdem Jenderal (purn) Endriartono Sutarto juga mengingatkan pemerintahan SBY-Boediono tetap fokus bekerja.

"Menurut saya memang harusnya pemerintah itu bekerja sampai diganti pemerintahan yang baru. Nggak boleh berkurang satu hari pun," jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 3/1).

Tapi, dia kuatir kinerja para menteri khususnya yang dari partai politik akan berkurang mengingat waktu Pemilihan Umum tinggal setahun lagi. Karena menteri-menteri itu akan bekerja untuk partai.

"Tapi memang realitanya, karena banyak para menteri itu berasal dari partai, menjelang Pemilu mereka bekerja untuk partainya. Akibatnya barangkali pekerjaan hari-hari mereka akan terbengkalai," ungkapnya.

Makanya dia ingatkan para menteri dia tidak boleh mengutamakan partai. Tapi harus tetap mendahukukan tugas sebagai menteri, yaitu melayani rakyat.

"Jadi kalau dia bekerja untuk partai mengundurkan diri saja dari kursi menteri. Tapi kalau dia bersedia terus jadi menteri, ya betul-betul 100 persen untuk menteri sampai pemerintahan (SBY-Boediono) ini bubar," tandas mantan Panglima TNI ini.

Pemerintahan SBY-Boediono saat ini diperkuat enam partai pendukungnya pada pemilihan presiden 2009 lalu. Yaitu, Demokrat (5 menteri), Golkar (3 menteri), PKS (3 menteri), PAN (3 menteri) PPP (2 menteri), dan PKB (2 menteri). [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya