Berita

sby

Copot Menteri Partai yang Berkaitan dengan Hajat Hidup Orang Banyak

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 16:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para menteri yang berasal dari partai politik diyakini tidak akan bekerja maksimal lagi mulai tahun ini. Karena mereka akan mempersiapkan pemenangan masing-masing partai mereka pada pemilihan umum 2014 mendatang.

Karena itu solusinya, Presiden SBY disarankan mencopot para menteri dari partai, khususnya kementerian yang terkait dengan hajat hidup orang banyak.

Demikian disampaikan pengamat sosial politik yang juga  Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 3/1).

"Kementerian-kementerian yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu betul-betul menteri yang tidak terkait dengan partai. Misalkan Menteri Pertanian (Suswono, PKS), Menteri Tenaga Kerja (Muhaimin Iskandar, PKB), Menteri Perindustrian (MS Hidayat, Golkar). Itu kan menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi kasih yang bukan orang partai supaya mereka fokus," tandas Syahganda Nainggolan.

Presiden SBY sendiri sebelumnya memastikan akan mengingatkan para menteri dari partai untuk tetap fokus bekerja. Bahkan dia mengaku akan mengingatkan, kalau sampai para menteri itu lebih sibuk urus partai.

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar, dan Sektretaris Fraksi PPP M. Arwani Thomafi juga memastikan kader mereka yang duduk di kabinet akan tetap fokus bekerja. Bahkan, menurut Hidayat, menelantarkan amanah rakyat di DPR maupun di kabinet dengan dalih mempersiapkan 2014, justru akan menggali kuburan partai itu sendiri. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya