Berita

Pemerintah dan OKI Harus Seret Penghina Nabi ke Mahkamah Internasional

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 14:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penghinaan terhadap simbol-simbol Islam tampaknya akan sukar dihentikan. Karena hal itu sudah jadi ladang untuk meraup keuntungan.

"Sepertinya pelecehan simbol agama Islam melalui komik, kartun, film dan sebagainya sudah jadi komoditas untuk mengeruk keuntungan," ujar Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Fahmi Salim kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 3/1).

Meski begitu, pelecehan terhadap simbol-simbol agama tersebut tidak  bisa dibiarkan. Karena telah melukai umat Islam yang berjumlah 1,5 miliar.

Makanya, Pemerintah RI dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) harus memperjuangkan pelaku tindak pelecehan simbol agama dunia diseret ke ranah Mahkamah Internasional. Karena perbuatan tersebut sama dengan kejahatan perang.

"(Hal ini) sudah sangat urgent agar tidak terus berulang, dan supaya menciptakan kehidupan dunia yang aman dan tertib," tandas Fahmi Salim.

Dia mengungkapkan itu menanggapi penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dimuat dalam laman www.prophetmuhammadillustrated.com. Laman ini mempromosikan komik dengan judul Biography of The Prophet Muhammad, yang penuh dengan penghinaan. Di saat yang sama, majalah mingguan Perancis, Charlie Hebdo memuat komik tentang Nabi Muhammad SAW.. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya