Berita

Endriartono sutarto

Jenderal Endriartono: Kalau Mau jadi Capres Memang Jangan Malu-malu

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 11:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Dewan Pembina Partai Nasdem Jenderal (purn) Endriartono Sutarto sepakat dengan pernyataan Presiden SBY agar para tokoh yang mengincar kursi presiden untuk tidak malu-malu tampil ke publik menyatakan kesiapan menjadi calon presiden.

"Menurut saya memang harus begitu juga ya. Kita tidak boleh lagi malu-malu untuk menyampaikan bahwa kita punya keinginan atau tidak punya keinginan untuk maju," jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 3/1).

Namun masalahnya, sambung mantan Panglima TNI ini, ada orang-orang tertentu belum punya partai atau seperti dirinya belum diusung partai sebagai capres. Nah beda dengan Wiranto, Aburizal Bakie, dan Prabowo Subianto, yang sudah diputuskan di partai masing-masing sebagai capres.

"Pak Wiranto, Pak Ical, Pak Prabowo ya nggak usah malu-malu lagi. Tapi bagi mereka yang belum punya partai atau partai belum mencalonkan, dia kan nggak bisa langsung mengemukakan bahwa dia sudah menjadi calon presiden. Karena partai belum mengusung," tandasnya.

Jadi Anda bagaimana sikapnya? Apakah siap tapi menunggu keputusan partai?

"Jawabannya sebetulnya, bagi mereka-mereka yang sudah dicalonkan oleh partai tidak usah malu-malu lagi. Dan harus segera menampilkan diri di tengah masyarakat. Dan bagi mereka yang belum, ya tinggal menunggu signal seperti apa," tandasnya.

Partai Nasdem dia menegaskan, baru akan menentukan setelah pemilihan umum legislatif 2014 mendatang. Saat ini pihaknya menunggu keputusan KPU soal partai yang lolos verifikasi.

"Jadi setelah lolos verifikasi, kita nanti menyiapkan ikut pemilu legislatif. Tinggal nanti kita lihat berapa banyak perolehan suara yang kita dapat. Kalau memungkinkan kita maju sendiri, artinya suara kita cukup untuk bisa mengajukan calon sendiri, nanti ada mekanisme partai yang menentukan siapa calon," ungkapnya.

Tapi yang jelas, dirinya siap jadi capres kalau ditunjuk partai. "Ya kalau saya yang ditunjuk, ya saya siap," demikian Jenderal Tarto, panggilan akrabnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya