Berita

presiden sby

SBY Terlalu Pagi Dorong Orang Deklarasi Capres

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 10:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dorongan Presiden SBY agar para tokoh yang mengincar kursi presiden untuk tidak malu-malu tampil ke publik menyatakan kesiapan menjadi calon presiden dinilai terlalu pagi.

Karena banyak hal proses yang masih ditunggu sebelumnya akhirnya partai atau seseorang mendeklarsikan diri menjadi calon presiden. "Jadi SBY itu terlalu maju. SBY terlalu cepat," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 3/1).

Syahganda mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Presiden SBY yang menganjurkan para tokoh yang mengincar kursi presiden untuk tidak malu-malu tampil ke publik menyatakan kesiapan menjadi calon presiden.

Selain partai politik menunggu hasil pemilihan legislatif, partai politik dan para tokoh yang digadang-gadang akan maju juga masih menunggu kepastian revisi dan hasil uji materiil UU 42/2008 tentang Pemilihan Presiden.

"Tahapannya itu kan menunggu dulu UU Pilpres apakah nanti 20 persen, 15 persen atau seperti kata (mantan Ketua MK) Jimly (Asshiddiqie) tidak perlu ada ambang batas," ungkap Syahganda.

Selain wacana revisi di DPR, beberapa tokoh berencana mengajukan uji materi UU tersebut. Pasalnya, UU Pilpres itu dinilai menutup ruang muncul banyak calon untuk maju. Pasalnya, dalam UU itu disebutkan, yang bisa mengajukan capres-cawapres adalah partai atau gabungan partai yang memiliki 20 persen kursi di DPR atau memperoleh 25 suara nasional.

Selan itu, masih kata Syahganda, dorongan SBY itu tidak jelas kepada siapa. "Lebih bagus SBY tunjuk orang. Siapa yang dimaksud yang malu-malu," tandas Syahganda. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya