Berita

syahganda nainggolan

SBY Terlalu Berparadigma Barat!

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 09:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Budaya yang ada di Indonesia berbeda dengan adat-istiadat yang hidup di Barat dalam hal keterusterangan akan kesiapan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu. Di Barat, orang sudah biasa mengajukan diri dan menyatakan punya kapastitas menduduki jabatan tertentu. Bahkan, mereka sudah lumrah menegasikan pihak lain yang juga mengincar kursi yang sama.

"Kalau budaya Melayu, apalagi masyarakat Jawa, itu nggak boleh bilang dirinya mau jadi pemimpin. Apalagi dalam agama Islam, itukan orang itu tidak boleh mencari-cari kekuasaan. Karena kekuasaan itu amanah," ujar pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 3/1).

Syahganda mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Presiden SBY yang menganjurkan para tokoh yang mengincar kursi presiden untuk tidak malu-malu tampil ke publik menyatakan kesiapan menjadi calon presiden.

"Jadi sebenarnya pernyatan SBY itu harus kita lihat dulu konteksnya. Apakah kita memang mau total menjadi masyarakat non-Melayu, non-Jawa yang pemimpin itu mengajukan diri. Atau kita tetap pada adat istiadat kita pemimpin itu tidak boleh mencari-cari tapi pemimpin itu harus mendapatkan dukungan dulu," sambung Syahganda.

Syahganda menilai, tidak ada akan ada calon yang berani mendeklarasikan diri sebagai calon presiden sebelum dia memastikan sudah mendapat dukungan dari rakyat.

"Dia lihat masyarakat mendukung tidak. Jadi proses alamiah di Indonesia seperti itu. Tidak seperti di Barat. SBY terlalu Barat. SBY terlalu liberal. Kepemimpinan di Indonesia dari dulu itu sangat ditentukan perasaan musyawarah-mufakat. Jadi kalau sudah banyak orang mendukung, pemimpin itu siap untuk dinyatakan didukung," tandasnya.

Memang sejauh ini, baru Wiranto dari Partai Hanura dan Aburizal Bakrie dari Golkar yang sudah mendeklarasikan diri sebagai capres. "Hatta Rajasa (PAN) belum deklarasi. Prabowo (Subianto dari Gerindra) juga belum. Walaupun Partai Geridnra akan mengusungnya," ungkapnya.[zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya