Berita

aher-deddy

Dana Kampanye Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Rp 10 M

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 07:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dana kampanye calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS, PPP dan Partai Hanura, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar mencapai Rp10 miliar.

Ketua Tim Kampanye Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Imam Budi, memastikan dana itu didapatkan dari kader dan para simpatisan, yang mulai dikumpulkan sejak pasangan calon dengan nomor urut empat itu resmi diusung tiga partai.

"Kami sudah mempersiapkan dana kampanye sebelum penetapan definitif oleh KPU Jabar dengan cara membuat tabungan kader," kata dia di Bandung seperti dilansir Antara.

Ia menuturkan, selain tabungan kader, tim kampanye pun mendapatkan sumbangan dari para simpatisan baik perorangan maupun lembaga.

"Secara struktur, partai juga mengimbau seluruh kader baik anggota maupun yang telah menjabat sebagai anggota DPRD dan DPR untuk membantu pembiayaan kampanye," katanya.

Dikatakannya, para kader dan simpatisan juga memberikan bantuan sukarela berupa logistik kampanye. "Jadi mereka secara inisiatif membuat baliho, kaos, dan atribut lainnya serta memasang secara pribadi," ujarnya.

Walaupun penggalangan dana tersebut diakuinya dilakukan secara struktural, namun pihaknya tidak menargetkan batas minimal dana yang hendak disumbangkan.

Pihaknya menjelaskan bahwa pengumpulan dana kampanye bagi pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh KPU Jabar. "Kami pada dasarnya mematuhi aturan yang berlaku, seperti sumbangan pribadi yang dibatasi maksimal Rp50 juta saja,"sebutnya.

Sementara itu, KPU Jawa Barat segara mengaudit dana kampanye lima pasangan calon tiga hari pasca kampanye dengan menunjuk lima tim akuntan publik.

Kepala Bagian Hukum, Teknis, dan Humas KPU Jawa Barat Teppy Dharmawan mengatakan kelima tim itu ditunjuk berdasarkan daftar nama lembaga auditor independen yang dimiliki KPU Pusat. "Tentunya kami akan menunjuk akuntan publik paling lambat akhir Januari," kata dia. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya