Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Kami Bersyukur Kalau Ical Bisa Menang Seperti SBY

RABU, 02 JANUARI 2013 | 09:28 WIB

Perbedaan pendapat antara Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar, Akbar Tandjung dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical soal calon presiden terus memanas. Karena sering meng­gugat pencapresan Ical, ada usulan Akbar diberi sanksi.

Akbar mengaku belum menge­tahui usul seperti itu. “Saya tidak dengar langsung ucapan bahwa ada pemecatan terhadap saya,” ka­ta Akbar di Jakarta.

Sebelumnya, Akbar selaku Ke­tua Wantim telah melayangkan su­rat yang isinya agar capres Par­tai Golkar, Aburizal Bakrie me­ningkatkan elektabilitasnya men­jelang Pilpres 2014.

“Surat itu sesuatu hal yang bia­sa saja karena kita secara periodik me­lakukan pertemuan dan hasil­nya disampaikan ke DPP. Sebe­lum Ical dideklarasikan sebagai ca­pres Golkar juga, kita kasih surat kok,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Anda belum tahu adanya usul­­an agar Anda diberi sanksi?

Masak sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Golkar), me­nyam­­paikan surat dan menyam­pai­kan pendapat lalu dijadikan da­sar untuk mundur? Berarti se­luruh anggota dewan pertim­bang­an juga disuruh mundur dong.


Surat yang Anda kirim itu wajar?

Memangnya tidak boleh kasih masukan. Surat tersebut meru­pa­kan hasil keputusan Dewan Per­tim­bangan. Sebagai ketua, tentu saya perlu menyampaikan kepada publik.

Semua hal yang saya sam­paikan dalam rangka mendorong kemenangan Partai Golkar pada 2014. Dengan kemenangan, kita pun semakin percaya diri melang­kah selanjutnya (pilpres).


Anda ingin partai menang dan calon presiden dari Golkar ju­ga menang?

Kurang lebih seperti itu. Abu­rizal memiliki peluang meraih kemenangan. Itu juga saya sam­paikan dalam berbagai kesem­patan ke daerah. Kemarin, saya ke Blora (Jateng) menyampaikan hal yang sama kok.


Ical masih tersandung ba­nyak masalah, hal ini juga yang Anda soroti...

Biar rakyat yang memilih. Kon­­sentrasi kami adalah ba­gai­mana mendorong elektabilitas Abu­rizal meningkat. Kalau elek­ta­bilitas naik, itu juga mendorong kemenangan tinggi.


Maksudnya?

Sebelumnya kan saya juga se­nang sekali kalau Aburizal bisa op­timis menang 60 persen di pilpres.

Cuma saja kita perlu menge­tahui sejauh mana atau dasar apa yang buat Ical memiliki opti­mis­me yang tinggi itu kan.


Anda menilainya bagai­ma­na?

Menurut pengamatan sekarang ini, elektabilitasnya memang ma­sih di bawah elektabilitas partai. Jadi, kalau mau menang 60 persen, tentunya hebat sekali.


Anda menilainya bagai­ma­na?

Menurut pengamatan sekarang ini, elektabilitasnya memang ma­sih di bawah elektabilitas partai. Jadi, kalau mau menang 60 persen, tentunya hebat sekali.


Kenapa begitu?

Karena yang bisa mendapatkan kemenangan di atas 60 persen hanya satu kali yakni pak SBY, itu pun bisa terjadi pada periode ke­dua saja. Tapi kalau Ical me­mi­liki optimisme untuk menang se­perti SBY, ya kami bersyukur. Tapi harus ada indikasi kuat un­tuk capai itu.


Apa dalam surat itu berisi agar kerja partai harus digen­jot lebih keras lagi?

Ya. Karena kerja partai yang bagus otomatis target ke­me­nangan yang sudah ditetapkan DPP di atas 30-35 persen bisa ter­capai. Kami tentu sangat ber­ke­pentingan untuk kemenangan partai.


Kenapa Anda bilang ber­kepentingan untuk Partai Gol­kar menang pemilu?

Dengan menangnya Golkar sam­pai 30-35 persen, tentu bisa langsung mencalonkan presiden tanpa harus berkoalisi. Jika ca­paian suaranya di pemilu 2014 seperti target yang ditetapkan. Ar­tinya, kami lebih kuat men­du­kung capres dan kita memiliki pe­luang menang pilpres juga.


Realistis tidak Ical menang Pilpres satu putaran?

Kenapa tidak. Tapi kan capaian 60 persen adalah suatu hal yang sangat tinggi, apalagi Ical baru per­tama kali ikut. Tapi saya rasa Ical tentu punya alasan.


Kabarnya Golkar juga telah bekerja sama dengan lembaga survei?

Sepengetahuan saya DPP me­mang bekerja sama dengan lem­baga survei untuk mensurvei ke­pala daerah dan pasti akan me­lakukan survei capres juga.


Apa hasilnya disampaikan ke Wantim?

Katanya survei Ical sudah ada kenaikan jadi 18 persen, tapi kita perlu memperolah persentase-persentase itu.


Memangnya mau diapakan hasil survei itu oleh Wantim?

Hasil survei yang ada nanti akan kita bandingkan dengan ha­sil survei lembaga survei lainnya. Ten­tunya hasil yang mereka pub­lika­sikan akan dijadikan sebagai pem­banding dan pedoman kita. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya