Berita

Eva Kusuma Sundari

CENTURYGATE

Politikus PDIP: DPR Tak Butuh Omongan Samad atau Putusan KPK untuk Makzulkan Boediono

KAMIS, 27 DESEMBER 2012 | 09:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  DPR tidak butuh pernyataan Ketua KPK Abraham Samad apalagi menunggu keputusan hukum atas keterlibatan Boediono baru mengajukan Hak Menyatakan Pendapat atas dugaan adanya peran mantan Gubernur Bank Indonesia itu dalam kasus pencairan dana talangan kepada Bank Century.

"Sebetulnya ada atau tidak ada statemen Samad, kalau jalur politik tidak perlu menunggu selesainya kasus secara hukum. Begitu ini sudah ditetapkan bermasalah (oleh DPR), maka bisa langsung naik jadi HMP," jelas anggota Timwas dari PDIP Eva Kusuma Sundari kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 27/12).

Dia mencontohkan waktu pemakzulan Abdurrahman Wahid dari kursi Presiden pada tahun 2001 lalu. Pada saat itu, DPR/MPR bisa langsung memproses tanpa menunggu putusan hukum. "Zaman Gus Dur itu kan MPR jalan terus pakai proses politik, nggak usah pakai proses hukum," sambungnya.

Meski begitu, sambungnya, DPR tidak langsung mengajukan HMP terkait Boediono karena kadung merekomendasikan agar kasus Century dilimpahkan ke penegak hukum, KPK untuk korupsi dan Kepolisian serta Kejaksaan untuk kasus pencucian uang dan recovery asset.

"Tapikan pelajaran itu kemarin diputar ke penegak hukum dulu. Harusnya jalur politik itu terus saja tanpa harus ataupun pakai statemen Samad itu sudah bisa diajukan HMP sejak awal. Karena kemarin kan sok menjadi legimated-nya kuat. Padahal sudah legimated," jelas Eva.

Kemarin, Abraham Samad menyatakan bahwa DPR sudah bisa mengajukan HMP setelah kasus skandal Century ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. KPK sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut dari petinggi Bank Indonesia. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya