Berita

rizal ramli/rmol

Gubernur Jenderal Raffles: Raja Pribumi Gemar Dipuja-puji

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 | 18:16 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Untuk menaklukkan bangsa-bangsa pribumi tidak dibutuhkan berbatalion-batalion tentara juga peralatan perang yang luar biasa. Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Bingley Raffles yang pernah berkuasa di Hindia Belanda (1811 hingga 1816), pada suatu kesempatan mengatakan, raja-raja dan bangsawan pribumi gemar diberi penghargaan dan puji-pujian.

Cukup dengan memberikan penghargaan juga berbagai hadiah yang melambangkan kemegahan Eropa, raja-raja Jawa itu akan memberikan apapun yang diminta oleh kaum kolonial.

Cerita tentang cara kaum kolonial Eropa menaklukkan raja-raja pribumi itu disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli ketika berbicara dalam kuliah umum di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara di Medan, kemarin (Sabtu,15/12).

Rizal mengatakan dirinya kecewa karena praktik kolonial dari abad-abad yang lampau itu ternyata masih terjadi hingga kini. Beberapa waktu lalu Presiden SBY mendapatkan gelar Grand Cross of the Order of Bath dari Ratu Inggris. Banyak kalangan yang menilai, pemberian gelar kehormatan dari Inggris ini adalah hasil tukar menukar dengan pengelolaan tambang gas di Tangguh yang dibrikan kepada British Petroleum (BP) milik Inggris.

"Kata Raffles, kalau sudah disanjung dan dihujani puji-pujian apapun diberikan raja pribumi untuk kaum penjajah," ujar Rizal Ramli dalam kuliah umum bertema "Menata Ulang Kedaulatan Ekonomi Bangsa" itu.

Rizal Ramli menggarisbawahi salah satu persoalan mendasar dari ketergantungan Indonesia pada pihak asing pasca reformasi adalah ketidakmampuan pemerintah dan parlemen merumuskan perangkat UU yang pro pada kepentingan nasional. Menurut catatannya, ada lebih dari 20 UU yang bertentangan dengan UUD 1945. UU 22/2001 tentang Migas adalah salah satunya.

Pendiri Econit Advisory Group itu mengatakan, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber gas alam dalam jumlah cukup besar. Tetapi jangankan masyarakat, perusahaan pembangkit listrik milik negara saja kesulitan mendapatkan gas sehingga akhirnya harus menggunakan mesin pembangkit listrik tenaga solar yang jauh lebih mahal. Kekurangan gas di dalam negeri terjadi karena UU Migas mengharuskan pemerintah mengekspor sebagian besar produksi gas nasional.

"Cost untuk menghasilkan 1 kWh listrik dengan menggunakan gas hanya 3 sen dolar AS, sementara dengan solar antara 36 hingga 40 sen dolar AS," katanya lagi.

"Coba bayangkan, Singapura menggunakan gas Indonesia untuk memproduksi listrik, sementara kita membeli solar yang 10 kali lebih mahal dari Singapura untuk pembangkit listrik kita," demikian Rizal Ramli. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya