Berita

Para Capres Kena Masalah

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 | 09:31 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PARA capres yang akan bertanding di 2014 kini disebut-sebut mengalami berbagai masalah yang berpotensi besar merontokan mereka dalam meraih tiket di 2014.

Aburizal Bakrie misalnya dikabarkan mengalami problem keuangan karena kerajaan bisnisnya digoncang oleh berbagai persoalan.

Aburizal yang tahun ini namanya tersingkir dari daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes memang dikenal memiliki kemampuan finansial yang kuat selain ditopang oleh kekuatan jaringan media televisi yang dimiliknya untuk maju menjadi calon presiden.

Kabar mengenai problem finansial yang dialami Aburizal ini dibantah oleh orang dekatnya yang mengatakan bahwa Aburizal sudah menyiapkan budget tersendiri untuk modal bersaing di Pilpres 2014. Namun ada fakta lain menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Aburizal ternyata tetap rendah dibanding figur-figur lainnya yang sama-sama ingin berduel dalam Pilpres 2014 mendatang.

Di internal Golkar sendiri Aburizal harus berhadapan secara frontal dengan faksi Akbar Tandjung dan faksi Jusuf Kalla, dimana dua nama yang disebut terakhir ini sama-sama memiliki gerbong dan sama-sama pernah jadi ketua umum Golkar. Mereka tidak sepenuhnya mendukung Aburizal Bakrie untuk menjadi presiden.

Upaya kubu Aburizal  yang dikabarkan akan meminang Sukarwo, sang gubernur Jawa Timur untuk diposisikan sebagai calon wakil presiden, dalam kaitan untuk meredam kasus Lapindo, juga dinilai oleh banyak kalangan sebagai langkah blunder.

Nama lainnya yang diunggulkan untuk menjadi capres adalah Mahfud MD, ketua MK yang akan melepas jabatannya bulan April tahun depan. Rating Mahfud diperkirakan bakal anjlok begitu dia melepas jabatannya sebagai ketua MK.

Mahfud yang oleh banyak kalangan disebut-sebut lebih cocok menduduki jabatan RI 2 itu (wapres) juga diperkirakan akan semakin jatuh ratingnya kalau berpasangan dengan calon presiden yang sarat dengan masalah atau penuh dengan beban masa lalu, apalagi kalau berpasangan dengan capres yang bertendensi KKN, memiliki catatan melanggar HAM, dan pro asing.

Karena itu ada pula suara-suara yang menginginkan Mahfud MD supaya tetap berjuang di jalur hukum sebagai pendekar hukum yang memiliki integritas, karena reputasinya selama ini sebagai ketua MK dikenal sangat baik.

Capres lainnya yang juga dipandang berhadapan dengan masalah yang berpotensi menghambat dalam Pilpres adalah Letjen (Pur) Prabowo Subianto.  Namanya masih terus dikait-kaitkan dengan kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada masa lalu. Bahkan disebut-sebut termasuk yang ditolak berkunjung ke Amerika.

Nah, kalau menyinggung soal Amerika, siapa sebenarnya figur yang diinginkan negara adi daya itu untuk memimpin negeri ini?

Ada tiga nama yang oleh beberapa kalangan disebut dengan istilah sebagai American Poster Boy, karena disukai oleh Amerika. Yaitu Sri Mulyani Indrawati, Anis Baswedan, dan Gita Wiryawan. Karena katanya, terutama Sri dan Gita berkecenderungan kuat neolib.

Bagaimana dengan Jusuf Kalla? Orang-orang dekatnya sebenarnya menginginkan Jusuf Kalla untuk jadi presiden, namun ril politik dan kalkulasi politik sebagian orang dekatnya mendorong Jusuf Kalla untuk berdampingan saja dengan Megawati, untuk posisi wakil presiden.

Namun penolakan terhadap Jusuf Kalla di tubuh PDIP ternyata diam-diam cukup kuat. Faksi yang berkeberatan dengan Jusuf Kalla antara lain menganggap kalau Jusuf Kalla menjadi wapres-nya Mega maka bukan hanya akan terjadi konflik kepentingan politik, tetapi juga konflik kepentingan bisnis.

Soalnya, katanya, Jusuf Kalla dan Taufik Kiemas (suami Mega) sama-sama orang bisnis. Seperti diketahui, Taufik Kiemas adalah king maker bagi PDIP dan Megawati. ***


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya