Basrief Arief
Basrief Arief
Kejaksaan Agung (KejaÂgung) terus meÂlaÂkukan lobi-lobi agar PNG mengekstradisi Djoko Tjandra.
Yang terbaru, tim Kejagung yang dikomandoi Wakil Jaksa Agung Darmono sudah berangÂkat ke PNG untuk melobi pemeÂrinÂtah di sana agar Djoko Tjandra diekstradisi.
“Hari ini (kemarin, red) masih dalam pembicaraan. Kami sudah turunkan tim terpadu yang diÂpimpin Pak Darmono ke PNG,’’ kata Jaksa Agung Basrief Arief keÂpada Rakyat Merdeka, di JaÂkarta, kemarin.
Seperti diketahui, Djoko TjanÂdra diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carteÂran dari Bandara Halim PerdaÂnaÂkusuma menuju Port Moresby, JuÂÂni 2009. Hal itu dilakukannya seÂhari sebelum Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan atas perkaranya.
MA menyatakan, Direktur PT Era Giat Prima itu bersalah dan haÂrus membayar Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.
Basrief Arief selanjutnya meÂngaÂtakan, tim terpadu diharapkan dapat membuahkan hasil agar DjoÂko diektradisi ke Indonesia. “Kami terus berupaya maksimal memulangkan Djoko TjanÂdra. Kami ingin masalah ini tidak berlama-lama,’’ ujarnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa kendalanya Djoko Tjandra belum diekstraÂdisi?
Pemerintah PNG kan baru saja terbentuk. Mereka belum melaÂkukan pembahasan secara menÂdalam. Makanya, Kejagung secaÂra aktif terus berupaya secara makÂsimal agar Djoko Tjandra seÂgera diekstradisi.
Pemerintah PNG sebeÂlumÂnya sudah memberikan lampu hijau, apa masalahnya pemeÂrinÂtah baru itu?
Pemerintah yang baru itu kan belum lama terbentuk. Kata meÂreÂka, perlu dipelajari dulu. MaÂkanya kami yang proaktif. Kami tidak mau kasus ini berlarut-larut.
Kenapa Anda tidak ikut ke PNG?
Tim terpadu ini dipimpin Wakil Jaksa Agung. Saya rasa cukup beÂliau saja yang menindaklanjutiÂnya.
Kapan kira-kira Djoko bisa diekstradisi?
Tentunya kami berharap seceÂpatnya. Kita tunggu saja hasil dari tim terpadu itu bagaimana. Kami juga berharap pemerintah PNG segera memenuhi perminÂtaÂan kita, yaitu memulangkan Djoko Tjandra.
Sebelumnya apa yang sudah dilakukan Kejagung?
Kami terus memonitor melalui perwakilan yang ada di PNG. KaÂmi pun sudah kirim surat ke sana. Tapi tidak ada tanggapan. SeÂkaÂrang pemerintah PNG sudah deÂfinitif maka dilakukan pembaÂhaÂsan lebih lanjut.
Kenapa tahapannya dibahas terus, rakyat kan butuh kejelaÂsan kapan diekstradisi ke IndoÂnesia?
Seperti yang saya katakan tadi bahwa pemerintah PNG tidak meÂrespons surat dari kami. SeÂbab, pemerintahannya masih baÂru. Tapi kami terus berkoordinasi secara maksimal.
Bagaimana dengan Adrian Kiki Ariawan, kapan diekstraÂdiÂsi ke Indonesia dari AusÂtraÂlia?
Masih dalam proses persiÂdaÂngan. Kami juga yakin bahwa KiÂki ini bisa dipulangkan ke InÂdoÂnesia. Sebab, pihak AusÂtralia seÂrius membantu ekstradisi Kiki.
Oya, Kejagung dinilai meÂnemÂpati peringkat terendah daÂlam hal transparansi publik diÂbanding penegak hukum lainÂnya, komenÂtar Anda?
Soal itu saya sudah dapat laÂporannya. Kami akan inventarisir di mana letak kekurangannya. KerÂja kami sudah maksimal.
Apa yang Anda lakukan ke depan?
Tentunya akan kami perbaiki kalau memang seperti itu keadaÂanÂnya.
Kapan peringkat transpaÂranÂsi itu bisa lebih baik lagi?
Ini kan namanya kekurangan yang ada di Kejagung. KekuraÂngan semacam ini saya rasa tidak bisa harus selesai dalam waktu satu hari. Artinya, butuh waktu.
Kami akan terus perbaiki, ini buÂkan jangka pendek. Tapi jangÂka panjang. Namanya usaha itu kan tiÂdak mungkin selesai dalam seÂkeÂtika. Kami akan kejar soal ini agar bisa lebih baik lagi tahun deÂpan. Kami yakin peringkat transÂpaÂransi Kejagung lebih baik lagi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14