Berita

Prof Subur Budi Santoso

Wawancara

WAWANCARA

Prof Subur Budi Santoso: Saya Optimistis Partai Demokrat Masih Pilihan Rakyat Pemilu 2014

SENIN, 10 DESEMBER 2012 | 08:38 WIB

Partai Demokrat  tidak perlu berkecil hati atas ditetapkannya Andi Mallarangeng menjadi tersangka dalam kasus Hambalang.       

“Partai Demokrat mempelo­pori penegakan hukum dengan berjiwa ksatria terhadap kader­nya yang tersangkut masalah hu­­kum,” kata bekas Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Subur Bu­di Santoso kepada  Rak­yat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.

Penetapan Andi Mallarangeng sebagai tersangka, lanjutnya,  ti­dak akan mengurangi suara De­mokrat di Pemilu 2014.

“Kami melihat pada respons di tingkatan grassroot  masih sangat tinggi. Ini tercermin dari banyak­nya orang yang ingin mendaf­tar­kan diri jadi anggota Partai De­mokrat,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa itu bisa jadi ukuran ?

Ya.   Makanya saya masih opti­mis­tis Demokrat masih  pilihan rakyat dalam Pemilu 2014.


Apa harapan Anda?

Partai Demokrat harus aktif mem­bina kader dan memper­banyak anggota, memperhatikan para simpatisan, dan orang-orang yang berminat menjadi anggota.

Itu saja?

Tidak dong. Kantor-kantor Par­tai Demokrat harus dibuka untuk rakyat karena kantor partai itu rumah rakyat. Hilangkan atau per­­kecil pola-pola birokrat.

Jangan dipersulit orang untuk ber­komunikasi dan berinteraksi, sehingga masyarakat bisa lebih mengenal Partai Demokrat.

Jangan terperangkap oleh isu-isu. Tapi harus aktif menggalang massa dan membina.


Bukankah Andi Malla­rangeng tersangka membawa dampak buruk?

Kami hormati keputusan KPK itu. Tapi kami meminta penanga­nan­nya dilakukan secara cepat agar kami bisa jelas bahwa itu sa­lah atau tidak.

Bagaimana dengan kader Demokrat lainnya yang sudah menjadi tersangka?

  Memang ada beberapa kader dari Partai Demokrat yang sedang diuji dengan kasus hu­kum. Tapi kita tidak bisa lantas menyim­pulkan itu secara ke­se­luruhan.

Sebagai partai besar, kami sudah mempelopori gerakan mendu­kung upaya hukum, tanpa pan­dang bulu. Beberapa kasus yang terjadi, itu sudah kami buktikan.

Kalau ada kader yang dinya­takan bersalah, langsung diproses secara aturan partai. Kami tidak mempertahankannya.


Apa itu yang Anda maksud sebagai nilai positif bagi Demokrat?

Ya. Partai Demokrat  mempe­lo­pori gerakan pemberantasan korupsi. Itu bisa dilihat dengan tidak adanya upaya dari kami untuk mempertahankan kader yang tersangkut kasus korupsi.

Upaya pembelaan secara hu­kum  tetap kami jalankan. Coba lihat partai lain, kadernya sudah ter­sang­ka masih saja diper­ta­hankan dan masih duduk di ja­batannya.


Sebagai sesepuh Partai De­mo­krat, Anda merasa sedih melihat kondisi ini?

Saya  menghormati keputusan KPK untuk melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya yaitu menanggulangi korupsi.

Kami juga merasa sangat pri­hatin dengan usaha-usaha dari berbagai pihak yang mencoba melemahkan kemampuan KPK. Padahal, KPK itu seharusnya didukung.

Di samping itu, kami juga meng­harapkan KPK agar mem­per­lakukan orang-orang yang menjadi tersangka itu secara fair. Karena itulah, kami berharap ada fair treatment terhadap orang-orang yang tersangkut atau di­curigai melakukan penyelewe­ngan.


Sebagai sesepuh Partai De­mo­krat, Anda merasa sedih melihat kondisi ini?

Saya  menghormati keputusan KPK untuk melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya yaitu menanggulangi korupsi.

Kami juga merasa sangat pri­hatin dengan usaha-usaha dari berbagai pihak yang mencoba melemahkan kemampuan KPK. Padahal, KPK itu seharusnya didukung.

Di samping itu, kami juga meng­harapkan KPK agar mem­per­lakukan orang-orang yang menjadi tersangka itu secara fair. Karena itulah, kami berharap ada fair treatment terhadap orang-orang yang tersangkut atau di­curigai melakukan penyelewe­ngan.


Anda menduga ada unsur politik dalam kasus Andi ?

Saya tidak mengatakan se­pert­i itu. Namun, seringkali ada­­nya keluhan yang dirasakan oleh yang bersangkutan bahwa dia menda­patkan perlakuan yang tidak fair dan juga per­nyataan-pernyataan dari para penyidik itu.


Apa Partai Demokrat nanti­nya menjelaskan kepada publik?

Pasti kami jelaskan jika ada pertanyaan masyarakat semacam itu. Kami tidak akan menutupi ada­nya kader-kader yang terlibat dalam tindak korupsi atau pe­nyimpangan lainnya.

Tapi kami juga akan sampaikan bahwa ma­sih lebih banyak anggota Partai Demokrat yang baik, jujur, lurus, dan lebih me­mentingkan  ma­syarakat dan ne­gara ini. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya