Berita

boediono/ist

Boediono: Integritas Penting untuk Berantas Korupsi

RABU, 05 DESEMBER 2012 | 17:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sistem dan konsep integritas nasional perlu dibangun dan ditingkatkan lagi. Ini dilakukan untuk memberantas korupsi dan memperbaiki tata kelola yang baik. Sistem integritas nasional selaras antara integritas pribadi, institusi, antarinstitusi dan suprastruktur yang memayungi perangkat negara.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden RI, Boediono saat membuka acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) dengan tema "Inisiatif Pemberantasan Korupsi Melalui Pembangunan Sistem Integritas" di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/12).

"Sistem ini seharusnya jadi tujuan bersama dan menjadi acuan langkah. Pemerintah berkepentingan untuk mengkoordinasi yang efektif untuk mencapai tujuan itu," ujar Boediono.


Jelas Beodiono, Mei lalu pemerintah merumuskan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) 2012-2025 dan menengah 2012-2015 yang diwujudkan dalam Peraturan Presiden Nomor 25 tahun 2012 yang bertujuan untuk meningkatkan indeks persepsi korupsi dan indeks sistem integritas nasional.

"Stranas mewajibkan semua kementerian, lembaga, Pemda menyusun aksi konkrit pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan output dan tujuan yang jelasn sehingga tidak bisa berdiri sendiri dan terkait dengan program yang lainnya," ujar Boediono yang juga pernah menjadi Gubernur BI.

"Setelah selesai rencana aksi dilaporkan ke KPK untuk dasar tindakan, selanjutnya koordinasi bisa jadi landasan PPK dan bangun sistem integritas nasional," ujar Boediono lagi.

Boediono menambahkan, ada satu kunci keberhasilan yang harus dipegang yaitu niat dan tekad untuk menjaga integritas pribadi masing-masing dan berbuat sesuatu untuk memperbaiki lingkungan kerja. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya