Berita

demo century kammi/rmol

Jika Masih Juga Tidak Berani Tangkap Boediono, KAMMI akan Beri Tiket Abraham Pulang Kampung

SELASA, 04 DESEMBER 2012 | 20:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kasus mega skandal Century dinilai sebagai salah satu kasus korupsi terbesar pasca demokrasi. Karena kasus Century ini telah merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun dan dilakukan oleh pejabat tinggi negara serta bergelar akedemisi setingkat profesor.

Salah satu yang dinilai bertanggung jawab adalam kasus ini adalah Wakil Presiden Boediono yang menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu.

"Kalau KPK tidak berani tanggap Boedione, lebih baik Ketua KPK Abraham Samad mengundurkan diri dan pulang kampung ke Makasar," ujar Ketua Umum PP KAMMI Muhammad Ilyas dalam aksinya di depan Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).


Menurutnya Ilyas, KPK cuma berani dengan jenderal berbintang saja, sementara Boediono yang tidak berbintang dibiarkan.

"Jenderal bintang dua ditanggap, lalu kenapa Boediono yang tidak punya bintang dibiarkan. Keterlibatan Boediono datanya lengkap, kita juga memegang datanya kok, dia itu malingnya. KPK jangan melucu deh," ungkap Ilyas.

"Jika 31 Desember nanti, KPK belum menangkap Boediono, kita akan serahkan tiket pesawat Abraham Samad untuk pulang kampung ke Makasar. Kami minta KAMMI Makasar menyambut Abraham dan sama-sama akan kami antar ke Bandara," sindir Ilyas.

Aksi dari 150 mahasisawa KAMMI ini sempat bentrok dengan pihak keamanan setelah mereka berusaha menurunkan bendera merah-putih yang sedang berkibat di tiang Bendera KPK. Hal ini dilakukan sebagai simbol lemahnya KPK menangkap KPK. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya