Melihat temannya diamankan polisi, sekitar 20 puluh aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) langsung mengejar dan meminta temannya itu dilepaskan.
Akhirnya dorong-dorongan dan adu mulut pun terjadi antara polisi dan mahasiswa, yang berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ini.
Hari ini massa sekitar 200 aktivis KAMMI berunjuk rasa mendesak KPK untuk menuntaskan kasus bailout Bank Century.
Bila sebagian mengejar polisi, mahasiswa lainnya memblokir jalan depan gedung kantor lembaga anti korupsi tersebut. Mereka memblokir dengan cara tidur di Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Aksi ini sebagai cara untuk meminta temannya yang diamankan polisi segera dibebaskan. Selain itu mahasiswa juga meminta pihak polisi agar meminta maaf langsung di hadapan mereka karena mahasiswa merasa sudah dipukuli polisi.
Akibatnya, jalan HR Rasuna Said dari Kota menuju Kuningan mecet.
Setelah seorang perwakilan Polisi atas nama Wardin meminta maaf, barulah mahasiswa membuka pemblokiran jalan tersebut. "Saya atas nama Polsek Setia Budi meminta maaf," ujar Wardin di hadapan mahasiswa.
Meski mahasiswa yang sempat ditahan itu dilepaskan dan polisi minta maaf, Ketua Umum PP KAMMI Muhammad Ilyas menegaskan, pihaknya akan tetap melaporkan kasus penahanan ini kepada Komisi III DPR RI.
Saat ini (Selasa, 4/12) mahasiswa sudah membubarkan diri. [zul]