Berita

heru lelono

Kasino: Orang Istana Kekanak-kanakan!

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dalam era demokrasi seperti sekarang ini, adalah sangat wajar apabila warga negara menyampaikan kritik kepada pemerintah.  Apalagi, banyak kasus yang tidak dituntaskan di negeri ini. Misalnya, kasus bailout Bank Century, proyek Hambalang dan kasus-kasus lainnya.

"Seharusnya kritik itu dijawab dengan kerja yang konkret, jangan menanggapi terlau liar," ujar aktivis '98 Kasino kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Minggu, 2/12).

Kasino mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono.

Heru percaya Sutan Bhatoegana menyebut Gus Dur jatuh dari kursi Presiden karena tersangkut korupsi merupakan reaksi atas Adhie Massardi yang memfitnah Presiden SBY, dengan mengatakan gelar kehormatan dari Ratu Inggris didapat karena (SBY) menyerahkan LNG Tangguh kepada BP Petroleum, perusahaan asal Inggris. Juga karena Adhie Massardi mengatakan bahwa pembubaran BP Migas merupakan bukti bahwa selama ini SBY melindungi koruptor dan mafia migas.

Nah, karena Sutan Bhatoegana dengan segala khilaf karena terbakar emosi berani bersedia meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, sebaliknya, Heru menunggu sikap ksatria Adhie Massardi untuk menyampaikan permintaan maaf kepada SBY.

Atas pernyataan Heru itu, menurut Kasino melanjutkan keterangannya, wacana barter gelar kehormatan dari Ratu Inggris dan LNG Tangguh dari pemerintah SBY sudah menjadi rahasia umum. Karena setiap kebijakan ekenomi pemerintahan sekarang selalu mementingkan asing. "Sebaiknya tidak kekanak-kanakan merespon kritik dari warga negara," tandas orang dekat Adhie, yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini.

Kalau memang pihak Istana dan Demokrat mendesak Adhie untuk meminta maaf, berarti  permintaan maaf Sutan Bhatoegana terhadap keluarga Gus Dur juga tidak ikhlas. "Saya kira pernyataan Sutan Bhatoegana minta maaf kepada keluarga Gus Dur menjadi tidak ikhlas. Ini (desakan agar Adhie minta maaf) mengada-ngada dan terkesan panik," demikian Kasino. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya