Berita

Julian Aldrin Pasha

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Presiden Ingin Semua Pihak Lebih Jernih Melihat Kasus Century

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 09:00 WIB

Presiden SBY mendukung kasus Bank Century dituntaskan lewat ranah hukum. Apalagi, prosesnya saat ini sedang berjalan di KPK.

“Presiden berpesan, mari kita hor­mati dan biarkan proses hu­kum bekerja. Kasus ini sedang di­tangani KPK, lembaga indepen­den yang tidak pernah diinter­vensi SBY,” kata Juru Bicara Pre­siden, Julian Aldrin Pasha, ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Bapak Presiden ingin agar keadilan dan kebenaran ditegak­kan di negeri ini. Makanya semua pihak harus jernih melihat kasus Bank Century,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa SBY tidak setuju dibawa ke ranah politik?

Dalam pemahaman nalar, kasus ini masuk dalam ranah hu­kum, bukan politik. Seyogyanya hukum sebagai panglima.

Jika kemudian ada upaya dari beberapa pihak yang menghen­daki kasus ini dibawa ke ranah po­litik. Misalnya, sempat ada wa­cana Hak Menyatakan Pendapat, maka pasti ada kepentingan dan kalkulasi politik di sana.


Apa SBY khawatir dibawa ke ranah politik?

Ini kan memang ranahnya hu­kum. Terus terang, saya tidak tahu apa motif politik atau inte­rest yang terkandung di dalam­nya. Namun kita percaya, KPK bekerja secara pro­fesional, ber­dasarkan fakta dan bukti. Tidak terpengaruh tekanan politik ma­napun.


Kalau dibawa ke ranah po­litik, apa SBY akan kumpulkan par­tai koalisi?

Partai koalisi bagian dari pe­merintah. Kembali pada komit­men, saat para menteri yang bera­sal dari parpol bersepakat un­tuk bergabung bersama dengan pe­merintah sebagai bagian dari partai koalisi pemerintah, maka ke­pentingan partai tidak harus se­lalu didahulukan, khususnya bila menyentuh kepentingan yang lebih luas, kepentingan nasional.

Etika politiknya, my loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins bahwa ke­pen­tingan nasional di atas segala­nya. Maka kenapa harus dibawa ke ranah politik. Ada kepentingan apa dan siapa di sana.

    

Bagaimana kalau Wapres Boediono tersangkut?

Ini pertanyaan mengarah dan bermuatan prejudice. Tidak etis menyebut nama seseorang men­da­hului keputusan pengadilan. Proses hukum merupakan sesua­tu yang pasti, transparan, akun­tabel dan dapat diterima nalar.

   

Boediono waktu itu sebagai Gu­bernur BI, apalagi sudah ada rekomendasi DPR ke pene­gak hukum, bukankah wajar dipertanyakan?

Sejauh yang saya ketahui dan yang mungkin Anda ketahui, ti­dak ada indikasi kuat bahwa Pak Boediono selaku Gubernur BI saat itu, terbukti melakukan pe­­­­nyim­pangan atau penyalah­gu­­naan kewenangan untuk ke­pen­tingan pribadi atau personal, selain mengimplementasikan ke­bijakan se­bagai upaya untuk menghindari dampak meluas yang bisa meng­a­kibatkan nega­ra men­jadi terpu­ruk seperti krisisi ekonomi tahun 1997/1998.

Penyelematan dalam bentuk penyertaan modal sementara atas Bank Century, merupaka bagian dari upaya itu. Berangkat dari konteks ini, kebijakan tentu tidak bisa dipidanakan.


Bagaimana kalau terjadi penyimpangan?

Jika dalam implementasi kebi­ja­kan itu ada penyimpangan atau pelanggaran dalam bentuk apa­pun, maka hal itu patut ditindak dan diproses hukum.


Apa kasus ini mempengaruhi kinerja pemerintah?

Kita semua mengikuti bahwa isu ini bukan pertama kali menge­muka. Presiden telah mengingat­kan agar jajaran pemerintah tetap fokus bekerja hingga masa bakti berakhir 2014.

Meski demikian, mungkin saja ada jajaran pemerintahan yang khawatir dalam pengambilan ke­putusan. Khawatir kalau kemu­dian akan diperkarakan.


Apa kasus ini mempengaruhi kinerja pemerintah?

Kita semua mengikuti bahwa isu ini bukan pertama kali menge­muka. Presiden telah mengingat­kan agar jajaran pemerintah tetap fokus bekerja hingga masa bakti berakhir 2014.

Meski demikian, mungkin saja ada jajaran pemerintahan yang khawatir dalam pengambilan ke­putusan. Khawatir kalau kemu­dian akan diperkarakan.


Maksudnya?

Pengalaman kasus Bank Cen­­tury yang baru muncul se­kitar sa­tu tahun setelah pe­nye­lamatan dilakukan. Saat itu ti­dak ada yang menyalahkan. Na­mun setahun ke­mudian men­jadi isu besar.

Ma­kanya kepastian hukum diperlu­kan agar jangan sampai muncul po­litical cost yang sangat tinggi se­perti pengalaman kasus Bank Century. Sebab,  seperti ini sangat mungkin berpotensi mem­penga­ruhi kinerja.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya