Berita

Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto: Saya Tidak Berambisi Jadi Capres, Tapi Siap Merespons Maunya Rakyat

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 09:00 WIB

Masuk 11 besar capres potensial versi Lembaga Survei Indonesia (LSI) tidak membuat bekas Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto besar kepala.

“Banyak tokoh yang pantas menjadi capres. Mereka bergelar doktor dan profesor. Tapi kalau me­mang saya dianggap mem­punyai potensi atau dipercaya memimpin bangsa ini, tentunya saya menga­presiasi pendapat itu,” kata Endriar­tono Sutarto ke­pada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.

Politisi Nasdem itu mengaku ti­dak ambisi menjadi capres. Tapi siap merespons maunya rakyat yang menginginkan dirinya ber­ta­rung dalam Pilpres 2014.

“Hasil survei itu kan pendapat masyarakat. Jika benar mengha­rap­kan saya, sebagai warga ne­gara yang baik, ya saya siap me­respons harapan rakyat itu,” katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Dari mana peluang Anda men­jadi capres?

Saya tidak pernah mengatakan bah­wa saya ini orang terbaik di ne­geri ini yang pantas memim­pin bang­sa ini. Silakan rakyat me­lihat, kira-kira siapa yang pantas me­ngatasi berbagai ma­salah bangsa ini.

Saya rasa, rakyat sudah bisa me­lihat siapa tokoh yang pantas dan dapat melindungi mereka agar kenyamanan hidupnya me­rasa terjamin. Silakan mereka pi­lih siapa yang dianggap punya po­tensi untuk itu.

    

Bagaimana jika Anda yang dipilih?

Saya tidak mengklaim bahwa saya ini orang terbaik. Silakan rak­yat memilih, asalkan yang di­pi­lih itu dapat mengatasi per­masalahan bangsa.

   

Anda juga dinilai sebagai ku­da hitam dalam pilpres 2014, ko­mentar Anda?

Terima kasih kalau dinilai se­perti itu. Artinya masyarakat saat ini melihat saya seperti itu, harus dilihat juga apakah pendapat itu mayoritas atau hanya segelintir orang.


Apakah sudah ada sinyal dari Partai Nasdem?

Belum ada. Sebab, kami ini se­dang berkonsentrasi agar Nasdem lolos verifikasi faktual. Makanya Nasdem sedang bekerja keras agar elektabilitas partai ini se­makin tinggi, sehingga mempero­leh suara banyak dalam pemilu le­gislatif. Saat ini kami sedang berjuang.

   

Jika elektabilitas Partai Nas­dem terus naik, berpelung dong mengajukan capres?

Itu masih jauh. Tetapi semoga benar ada kabar bahwa elektabili­tas Partai Nasdem itu terus naik. Itu harapan kami. Sekarang ini kami sedang berupaya agar mam­pu berkiprah secara nasional de­mi kesejahteraan bangsa ini.


O ya, bagaimana situasi sete­lah ada kabar Surya Paloh mau meng­ambil alih Partai Nasdem?

Begini, awalnya Nasdem ini ha­nyalah ormas, lalu melahirkan partai agar dapat berkiprah mela­kukan perubahan di negeri ini.

Untuk menjadi partai iu dibu­tuh­kan orang-orang  yang dapat me­ngendalikan dan mengelola partai agar bisa lolos verifikasi. Di­perlu­kan orang-orang ber­pe­nga­laman yang mampu melaku­kan itu semua. Kalau lolos verifikasi, tahapan beri­kutnya siap berperang untuk me­menangkan pemilu. Makanya ada pemikiran agar kendali partai ini dipegang orang-orang yang mam­pu memenangkan pemilu.

   

Siapa itu?

Belum bicara orang. Yang jelas,  untuk membangun partai itu di­perlukan orang-orang yang mem­punyai kemampuan, berkua­litas, dan berpengalaman di partai.

   

Artinya, pengurus Nasdem mau diganti?

Memang sempat ada pemikiran seperti itu. Tetapi nantilah soal itu. Kita lihat perkembangannya dulu. Sekarang ini belum ada ke­pu­tusan final. Itu masih wacana. Masih terus kita evaluasi untuk mencari yang terbaik.

Pada dasarnya Partai Nasdem ingin melakukan perubahan. Ka­lau tidak punya power, bagai­mana melakukan perubahan.

   

Kapan kira-kira ada pergan­tian ketua umum?

Kita lihat nanti hasil eva­luasinya. Yang jelas, kami sedang fo­kus memenuhi agar partai ini lolos verifikasi faktual.

   

Tidak khawatir terjadi per­pe­cahan?

Tidak dong. Sebab, kami akan melihat sisi positif dan negatif­nya. Kader Nasdem hingga di dae­rah nggak ada masalah, se­muanya solid. Kader-kader itu sudah kami siapkan untuk duduk di legislatif, se­­hingga ketika terpilih di legis­latif tidak akan melakukan hal yang seperti sekarang ini yaitu mem­perkaya diri. Tapi kader Na­dem itu betul-betul dapat mem­perjuangkan aspirasi rakyat. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya