Berita

Marzuki Alie

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Nggak Ada Lagi Kebanggaan Memimpin Lembaga Legislatif

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 08:56 WIB

Ketua DPR Marzuki Alie mengaku tidak memiliki kebanggaan lagi memimpin legislatif. Sebab, ada kecenderungan rakyat semakin membenci lembaga ini.

“Nggak ada lagi kebanggaan. Saya punya kebanggaan kalau  bisa menghasilkan anak didik menjadi orang hebat,” kata Mar­zuki Alie kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Seperti diketahui, hasil riset ter­baru Lingkaran Survei Indo­nesia (LSI) memperlihatkan ada­nya kencenderungan rakyat se­makin benci dengan anggota DPR.

Hasil survei ini menunjukkan, sebanyak 56,43 persen publik tidak menginginkan anak-anak­nya kelak menjadi anggota DPR. Hanya 37,62 persen yang men­dambakan anaknya jadi anggota dewan.

Marzuki Alie selanjutnya me­ngatakan, pihaknya letih  beru­saha membangun citra DPR yang bermartabat dan bersih dari segala pemikiran dan tudingan miring.

“Saya kan sudah berusaha se­maksimal mungkin. Tapi semua itu kan ada di tangan partai untuk membina anggotanya,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Anda mengizinkan anak Anda menjadi anggota DPR?

Saya juga berpikir mereka nggak boleh lah untuk menjadi anggota dewan.

Alasannya?

Tidak perlu dijelaskan, kan se­mua juga sudah tahu. Tapi yang je­las seperti itu keinginan saya.

Apa sudah bobrok begitu?

Semua juga sudah tahu itu. Ma­kanya saya tidak akan letih untuk membangun citra DPR yang baik, bersih dan memperjuangkan ke­pen­tingan rakyat.

Bukankah DPR membutuh­kan orang muda?

Betul. Makanya partai memili­ki tanggung jawab mem­per­siapkan kaum muda, agar kua­litasnya jauh lebih baik di masa mendatang.

Kenapa harus partai yang siapkan?

Untuk memperbaiki semua ini tentu harus diawali dari ka­derisasi di partai. Di sini ten­tunya partai dituntut mela­kukan kade­risasi yang baik  mempersiapkan kader-kader masuk legislatif.

Berarti susah dong cari orang baik?

Tergantung. Kalau dari pan­da­ngan positifnya banyak orang la­ma di DPR akan lebih arif dan bijaksana. Tapi kalau dasarnya dia setan lebih lama di DPR, maka DPR itu lebih rusak.

Selama ini parpol melakukan kaderisasi, tapi nggak ada ja­mi­nan juga kan?

Kaderisasinya perlu diman­tap­kan lagi. Kalau anggota DPR ka­yak setan lima periode terus ma­ju, ini kan berbahaya. Tapi ja­ngan salah, ada juga anggota DPR yang sifatnya kayak ma­laikat lima periode jadi anggota DPR. Nggak ada masalah lama atau singkatnya jadi anggota DPR. Ma­kanya parpol harus pilih orang yang baik.

Ada usulan kalau jabatan anggota DPR dua periode saja?

Saya sih setuju saja dan se­cara pribadi tidak ada masalah. Tapi memang orang yang akan men­jadi DPR itu harus di­siapkan.  

Ja­ngan sampai lima tahun pertama itu mencari pengalaman. Lima ta­hun ke dua baru bekerja. Sebelum maksimal bekerja waktunya malah sudah habis.

Makanya orang yang ber­pengalaman itu lebih penting dari­pada orang yang tidak ber­pengalaman. Tapi orangnya harus baik.

Apa ada perubahan kalau ada pergantian?

Ya. Tapi jangan hanya muda­nya saja, namun tidak disiapkan. Kita juga senang dengan kaum muda, tapi yang siap. Jangan tiba-tiba muncul dan malah kacau juga. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya