Berita

ilustrasi kompleks gunung padang

Studi Gunung Padang Semakin Lengkap

MINGGU, 18 NOVEMBER 2012 | 11:14 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Studi yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri terhadap situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, semakin lengkap.

Tim yang diinisiasi Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana itu kini melengkapi studi mreka dengan analisa citra Interfe­rometric Synthetic Aperture Ra­dar (IFSAR) yang jauh lebih akurat.

Pemetaan geologi konvensional yang dilakukan selama ini menggunakan peta dengan skala rata-rata 1:250.000. Padahal pemetaan geologi membutuhkan peta dengan skala yang jauh lebih detil yakni 1:50.000.

Selama ini Kantor Staf Khusus yang dipimpin Andi Arief telah menggunakan berbagai piranti dalam menstudi benda yang diyakini berusia ribuan tahun di bawah situs megalitikum Gunung Padang.

Diawali dengan data geolistrik dan georadar yang digunakan Tim Bencana Katastropik Purba yang merupakan cikal bakal Tim Terpadu Riset Mandiri. Tim juga menggunakan metode uji carbon dating dan data petrologi-petrografi serta analisis K-AR dating untuk menentukan umur batuan andesit seperti yang dilakukan DR Danny Hilman/tim Geologi. Juga menggunakan data sipil arsitektur seperti yang dilakukan Ir Pon Purajatnika, dan data arkeologi yang digunakan DR Ali Akbar.

"Untuk menyelesaikan pemetaan secara konvensional dibutuhkan waktu sekitar 50 hingga 100 tahun. Dengan kemajuan teknologi informasi maka penggunaan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan unsur geologi di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu alternatif," ujar DR Boediarto OntoWirjo, salah seorang Asisten Staf Khusus Presiden yang juga anggota Tim Terpadu Riset Mandiri.

Citra IFSAR untuk pemetaan geologi merupakan salah satu aplikasi teknologi penginderaan jauh. Tim Terpadu Riset Mandiri memperoleh citra IFSAR itu dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang membuat citra dan peta topografi digital terbaru.

Teknologi IFSAR menghasil­kan dua produk inti, yaitu Orthorectified Radar Imagery (ORI) dengan resolusi 1,25 meter dan data Digital Elevation Mo­del (DEM) dengan resolusi lima meter. Produk-produk lainnya adalah seperti peta dasar skala 1:5.000 hingga 1:10.000 yang bisa dihasilkan dengan mudah dari produk inti.

Data citra IFSAR yang mempunyai resolusi tinggi ini dianalisa sehingga dapat diperoleh informasi mengenai  geologi.  ORI dan DEM dapat diolah le­bih lanjut guna menghasilkan beberapa produk, seperti informasi geografis, visualisasi 3D.

Nilai lebih teknologi ini kare­na memiliki sensor aktif yang mampu menembus awan, asap dan kabut, serta kemampuan melakukan akuisisi data pada malam hari. Data IFSAR selain mendapat informasi geologi (natural) atau bukan juga  sangat bermanfaat untuk melihat dan menentukan pergerakan sesar aktif seperti sesar atau patahan Lembang, sesar atau patahan Cimandiri. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya