Berita

dahnil anzar

Dua Model Gerakan Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan Pemuda Muhammadiyah

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 10:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemuda Muhammadiyah memiliki visi gerakan pencerahan bagi buruh, tani dan nelayan. Ciri gerakan pencerahan itu antara lain adalah membebaskan, memberdayakan dan memajukan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Buruh, Tani dan Nelayan PP Pemuda Muhamamdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan
sambutan pada acara Silatnas Bidang Buruh, Tani dan Nelayan Pemuda Muhammadiyah dengan tema "Konektivitas Gerakan Pencerahan Buruh, Tani dan Nelayan" di Kampus Universitas Prof. DR Hamka (UHAMKA) Jakarta tadi malam (Kamis, 15/11).

Berangkat dari visi itu, Pemuda Muhammadiyah merangkai skema gerakan dengan dua model. Pertama adalah advokasi dan paralegal. Kedua adalah pemberdayaan.

Dahnil menjelaskan, advokasi dan paralegal perlu dilakukan agar kelompok yang terpinggirkan terutama buruh, tani dan nelayan didengar dan diperhatikan aspirasi dan permasalahnnya oleh pihak pembuat kebijakan. Mereka perlu ada pihak lain yang juga menyuarakan kepentingan mereka agar pemerintah dan swasta juga ikut memiliki keberpihakan terhadap kelompok masyarakat yang terpinggirkan ini.

Sedangkan gerakan pemberdayaan telah banyak dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia seperti di Jawa Timur yang memiliki kelompok peternakan dan pemberdayaan ekonomi petani yang maju dan baik.

"Jika sebagian saja jaringan Pemuda Muhammadiyah melakukan hal ini secara bersama-sama tentu selain dapat membantu kelompok buruh, tani dan nelayan dalam menyuarakan aspirasi dan permasalahan mereka juga dapat membantu pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya