Berita

teguh santosa/ist

Dunia

Teguh: Kerjasama Indonesia-Maroko Tidak Terhambat Jarak

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 18:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia dan dan Kerajaan Maroko dipisahkan jarak yang terbentang sepanjang tak kurang dari 12 ribu kilometer. Indonesia terletak di tengah persilangan Samudera India dan Samudera Pasifik. Sementara Maroko berada pada pertemuan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania.

Namun demikian, bukan berarti jarak yang jauh ini menjadi penghambat hubungan kedua negara.

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa, menyambut hasil pembicaraan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dengan rekannya dari Maroko, Saad-Eddine El Othmani, di sela-sela Bali Democracy Forum yang digelar pekan lalu.

"Pertemuan itu bermakna sangat positif dan konstruktif, mengingat kedua negara selama ini telah disatukan oleh ikatan emosional yang kuat. Pada hakekatnya, Indonesia bukan negeri asing bagi masyarakat Maroko, dan sebaliknya," ujar Teguh.

Teguh juga mengatakan, lembaga yang dipimpinnya berusaha ikut menjaga hubungan erat itu lewat kerjasama kebudayaan dan people to people. Di sisi lain, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko juga memberikan dukungan moral bagi Maroko dalam sengketa Sahara Barat yang tengah dibahas di PBB.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menlu Marty Natalegawa, El Othamani semakin yakin banyak hal yang dapat dikerjakan bersama kedua negara.

"Kami memiliki pengalaman dan keahlian pada bidang seperti pertanian dan perikanan yang dapat kami bagi untuk Anda (Indonesia)," kata El Othmani.

"Maroko juga merupakan pemimpin dan sangat maju dalam bidang energi terbarukan di kawasan (Afrika Utara dan Mediterania). Ada banyak cara yang bisa kita kerjakan bersama kendati kita dipisahkan oleh jarak yang jauh," katanya lagi.

Dalam pertemuan Marty Natalegawa dan El Othamani juga dibahas berbagai hal yang dapat meningkatkan hubungan baik kedua negara. Antara lain yang disepakati dalam pembicaraan itu adalah kesepakatan menggelar pertemuan tinggi pejabat kementerian luar negeri dan kementerian-kementerian lain di Maroko dalam waktu dekat. Keduanya juga telah menyepakati pertemuan Komite Bersama tahun 2013 di Jakarta. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya