Berita

ilustrasi/ist

PEMILU 2014

SPD: KPU Sudah Diburu Waktu

SELASA, 13 NOVEMBER 2012 | 11:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Harapan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengikutsertakan mereka dalam verifikasi faktual kelihatannya sudah sulit. Pasalnya, KPU sendiri sudah diburu waktu untuk menyelesaikan tahapan penyelenggaraan pemilu lebih lanjut.

Selain mengurusi partai-partai politik calon peserta pemilu, KPU juga harus menyelesaikan urusan-urusan internal mereka. Termasuk menuntaskan pilkada di sejumlah daerah sebelum akhir 2013 nanti.

"Selama KPU memiliki argumen dan alasan yang kuat untuk mengugurkan ke-12 partai itu, semua pihak diharapkan dapat menerima keputusan tersebut," ujar pengamat politik dari FISIP Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta, Saleh Partaonan Daulay, kepada redaksi (Selasa, 13/11).

"Sinyalemen bahwa KPU tidak berbuat adil, saya kira juga tidak betul. Buktinya, Golkar, PKS, dan PBB juga belum diloloskan KPU. Mereka masih diminta untuk melengkapi persyaratan yang dianggap kurang," tambahnya.

Dia juga menegaskan, KPU tidak hanya berani kepada partai-partai baru. Kepada partai besar dan menengah seperti Golkar, PKS, dan PBB pun mereka bersikap tegas.

"Kita harus proporsional menilai kinerja KPU," demikian Saleh. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya