Berita

hillary clinton/ist

Dunia

Kabinet Barack Obama Dirombak Ulang, Hillary Clinton Dipastikan Hengkang

MINGGU, 11 NOVEMBER 2012 | 10:24 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Setelah mengalahkan lawannya, Mitt Romney dari Partai Republik, dalam pemilihan presiden yang baru lalu, Barack Hussein Obama kini tengah mempersiapkan kabinet Obama-Biden II yang akan diresmikan setelah ia dilantik bulan Januari 2013.

Beberapa nama yang selama ini membantunya, termasuk Hillary Clinton yang duduk di kursi menteri luar negeri dipastikan akan hengkang. Selain Hillary yang mantan the first lady itu, Timothy Geithner juga akan melepas kursi menteri keuangan. Press Secretary Gedung Putih Jay Carney dan Jaksa Agung Eric Holder juga diperkirakan tidak akan terlibat dalam kabiney Obama-Biden II.

Selama bertugas sebagai menteri luar negeri, Hillary Clinton mampu menjadi jembatan yang baik antara kubu Demokrat dan Republik dalam hal kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Gagasan Hillary yang dikenal sebagai Trans-Pacifik dianggap brilian sebagai kompas baru di saat Amerika Serikat menghadapi tantangan yang lebih nyata di depan mata, baik dalam hal keamanan, perdagangan dan ekonomi, juga pengaruhnya di negara-negara sekutu. Sedikit banyak, Hillary Clinton berhasil membawa warna baru dalam kebijakan luar negeri AS.

Sejumlah nama diperkirakan akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Hillary Clinton. Misalnya, Senator John Kerry yang saat ini memimpin Komite Luar Negeri Senat. Kerry juga merupakan salah seorang politisi Demokrat papan atas. Ia dikalahkan George W. Bush dalam pemilihan presiden tahun 2004 silam.

Saingan terkuat Kerry kelihatannya adalah Dutabesar AS untuk PBB, Susan Rice, yang memiliki pengalaman lebih lama di Kementerian Luar Negeri.

Selain kedua nama itu, ada juga Deputi Menlu William Burns yang dianggap berpotensi dan memiliki kemampuan diplomatik yang sangat baik.

Siapapun yang akan menggantikan Hillary Clinton, pekerjaan Obama-Biden II dapat dibayangkan akan sangat sulit melihat sejumlah tantangan akhir-akhir ini.

Kepergian Hillary dari kabinet sebetulnya disayangkan oleh banyak kalangan, mengingat masih ada beberapa isu yang mengganjal akhir-akhir ini, seperti kasus Iran dan Suriah.

Juga kelanjutan dari Arab Spring Uprising yang terus mengintip kawasan Timur Tengah. Republik Rakyat China yang tampil semakin jumawa di panggung global juga perlu penanganan dari orang yang memiliki kemampuan dan jaringan ekstra seperti Hillary. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya