Teten Masduki
Teten Masduki
“Saya merasa luar biasa karena parÂtai besar, PDI Perjuangan akhiÂrÂÂnya memilih saya. Padahal banyak yang mendaftar,†kata Teten MasÂduÂki kepada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Aktivis anti korupsi itu merasa yakin PDI Perjuangan mempuÂnyai perhitungan soal elektaÂbiliÂtas dirinya.
“Selain itu, kami punya misi yang sama, yakni melakukan peÂruÂbahan di Jabar, termasuk memÂberantas korupsi. Makanya saya turun gunung,†paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya;
Partai Gerindra menilai AnÂda pantas jadi cagub, kenaÂpa mau cawagub?
Tentu saja sebenarnya saya ingin punya kewenangan yang leÂbih besar. Tapi kalau dipasangkan dengan Rieke Diah Pitaloka, saya sudah ada komitmen ide sejak lama untuk membenahi Jabar.
Kami sudah sepakat untuk memÂperbaiki kesejahteraan rakÂyat Jabar dan melakukan peruÂbahan. Tidak mempermasalahkan posisi 1 dan 2. Kami menyerahÂkan kepada keputusan parpol.
Kenapa tidak tertarik tawaÂran Gerindra?
Kalau saya ingin kekuasaan di Jabar, saya terima tawaran GerinÂdra. Tapi saya tidak seperti itu. PrioÂÂritas saya punya pasangan yang se-ide dengan saya.
Rieke itu orangnya sangat deÂkat dengan rakyat kecil. Itu saÂngat bagus karena mengetahui langÂsung keluhan masyarakat.
Gerindra akhirnya memuÂtusÂkan tidak mendukung AnÂda, tanggapannya?
Saya nggak tahu kalau soal itu. Waktu itu kan saya pernah bilang ke Gerindra, silakan langsung ke PDIP. Karena saya tidak punya keÂwenangan untuk mengatur koaÂlisi. Saya tidak punya kapasiÂtas untuk mengatur itu.
Jika hanya jadi wakil, apa yang bisa Anda lakukan untuk Jabar?
Ya, nantilah itu. Kalau kami terÂÂpilih, tentu ada pembagian kerÂja dengan Rieke meskipun secara normatif terbatas. Harus dikeÂtahui, Jabar itu begitu luas dan maÂÂsih banyak masalah.
Bukankah kalau wakil itu tidak banyak berbuat?
Saya ini sudah membuat keseÂpakatan dan berbagi peran. Saya wakil dan bukan ban serep, seÂmuaÂnya sebagai upaya memÂbaÂngun Jabar. Saya dan Rieke sama-sama tidak ingin memÂposisikan diri sebagai nomor satu atau dua.
Kami memposisikannya sebaÂgai satu paket dengan satu visi dan misi. Hal ini penting dari awal agar kami di tengah jalan tiÂdak pecah.
Sebagai aktivis anti korupsi, anda siap membersihkan Jabar dari praktek korupsi?
Ya dong. Itu yang saya usung. SaÂya akan mengundang LSM-LSM untuk ikut berpartisipasi agar pemerintahan ini terbuka dan transparan, termasuk teÂman-teman LSM. Kami undang unÂtuk membantu membenahi soal angÂgaran yang selama ini tidak beres.
Saya akan mengusung transpaÂransi di Jabar, sehingga teman-teÂman LSM dan masyarakat bisa ikut membangun dalam perenÂcaÂnaan anggaran.
Kalau selama ini bagaiÂmana?
Selama ini memang kurang transÂÂparan. Sekarang ini alokasi anggarannya 50 persen untuk biaÂya birokrasi dan politik. Kecil untuk masyarakat. Mayoritas alokasi anggarannya akan saya arahkan ke rakyat.
Masalah apa yang paling penting di Jabar?
Problem Jabar itu kemiskinan, lapangan kerja, dan infrastruktur. Itu yang akan kami kembangkan untuk menjawab persoalan itu. Daya beli masyarakat masih kuÂrang. Solusinya harus ada prioÂriÂtas di pembangunan Jabar untuk menÂciptakan lapangan kerja dan dan ekonomi rakyat. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14