Berita

surya paloh/ist

Proses Regenerasi Kepemimpinan Kembali ke Titik Nol Kalau Surya Paloh Ambil Alih Partai Nasdem

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 22:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Regenerasi kepemimpinan masih menjadi problem dalam politik tanah air. Figur yang muncul dalam pentas nasional atau yang disebut-sebut bakal bertarung di pemilihan presiden 2014 mendatang, masih didominasi tokoh-tokoh atau politisi-politisi senior.

"Misalnya di capres, muncul tokoh yang secara usia sudah sangat senior. Memang dalam demokrasi, tidak relevan bicara tentang usia, tentang pembatasan. Tapi dalam kondisi sirkulasi elit, dalam kondisi regenerasi yang agak mampet ini, menjadi penting," ujar pengamat politik Hanta Yuda AR kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 10/11).

Pada sisi lain, sambung Hanta, proses regenerasi rekrutmen kepemimpinan politik di Indonesia sangat didominasi partai. Karena secara konstitusi, untuk menjadi presiden dan kepala daerah semua harus lewat partai. Memang diakui, untuk pilkada ada jalur perseorangan atau non partai. Tapi, kata Hanta, hal itu sulit ditempuh.

"Jadikan kuncinya ada di partai politik. Regenerasi kepeminpinan nasional itu harus dimulai dari regenerasi kepemimpinan di partai politik," jelas Hanta, yang juga Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute ini.

Berangkat dari gagasan itulah, mestinya Surya Paloh tetap mempercayakan kepemimpinan Partai Nasdem berada di tangan anak muda, bukan malah ingin mengambil alihnya.

"Mestinya (Partai Nasdem) mendukung ide besar ini. Ide perubahan itu harus dimulai dengan melakukan regenerasi kepemimpinan politik di partai-partai dengan memberi kesempatan kepada yang muda-muda. Supaya lebih fresh, lebih segar untuk mengelola day to day politik. Yang senior tentu harus memberi support dan bimbingan. Kan ada posisi, kalau di Demokrat ada Majelis Tinggi, di Partai Nasdem ada Majelis Nasional, yang sebenarnya sudah sangat kuat, sangat strategis itu," imbuh Hanta.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasional Demokrat Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto mengungkapkan, pada acara konvensi Januari mendatang, mandat kepengurusan Partai Nasdem akan diberikan kepada Surya Paloh. Setelah itu diharapkan, Surya Paloh akan menjadi ketua umum partai tersebut. Saat ini, Ketua Umum dan Sekjen Partai Nasdem masing-masing dijabat oleh Rio Capella dan Ahmad Rofiq.

Kalau Surya Paloh tetap memaksakan akan mengambil alih kepengurusan Partai Nasdem dengan menjadi ketua umum, bukan tidak mungkin dia akan dicap hanya menjadikan anak-anak muda sebagai mainan. Karena setelah memberikan kepercayaan kepada anak muda untuk memimpin partai, dan digembar-gemborkan sebagai partai anak muda, malah diambil alih lagi.

"Itu risiko yang harus dibayar (oleh Surya Paloh). Bisa jadi, saya melihat tidak ada efek positif elektoral pada partai kalau itu diambil alih. Tetapi bisa jadi sebaliknya kalau tidak dikapitalisasi. Sebenarnya kan ide-ide restorasi, perubahan, sudah bagus. 'Oooh ini partai baru. Ternyata bagus juga dipimpin anak-anak muda dan seterusnya'. Itu kan menarik menurut saya. Kalau kemudian ditarik lagi, itu justru kontraproduktif menjadi semacam titik balik dari proses regenerasi," jelasnya.

Meski begitu, sambungnya, anak-anak muda yang ada di partai, termasuk di Partai Nasdem, mestinya tidak hanya mengandalkan sisi usia yang masih muda. "Satu sisi, figur senior memberi kesempatan, harus membuka ruang aktualisasi kepada anak muda untuk berperan. Di sisi lain, yang muda bukan hanya sekadar muda dari usia, tapi harus punya kapasititas, kapabilitas, integritas dan seterusnya," tandasnya. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya