Berita

Dahnil A. Simanjuntak: Sarjana Pertanian harus Kembali ke Desa!

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 09:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Salah satu sebab kemerosotan kaderisasi profesi petani saat ini karena sarjana pertanian berpikir urban dan meninggalkan pertanian untuk beralih mengejar profesi-profesi di luar pertanian seperti bankir, dan lain-lain. Tahun 2011 misalnya, terjadi penurunan jumlah petani dari sekitar 41,49 juta menjadi 39,33 juta turun sekitar 5,2 persen.

"Saat ini saja, hanya 1% atau sekitar 2500 orang lulusan Fakultas Pertanian yang mau kembali ke bidang pertanian sebagai ranah berkarya utama bagi sarjana pertanian," ungkap ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Sabtu, 10/11).

Kenapa sarjana pertanian penting dan harus kembali ke desa?

Pertama, Dahnil menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas petani dan pertanian di Indonesia. Sarjana pertanian yang telah memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan petani-petani tradisional setidaknya dapat mengembangkan pola pertanian yang lebih produktif dan efisien dibandingkan petani-petani tradisional sehingga target pengembangan dan revitalisasi pertanian bisa dicapai.

"Kedua, secara makro dunia dihadapkan dengan fakta kelangkaan pangan dan harga pangan yang mahal di masa yang akan datang. Dengan kembali mendorong para sarjana pertanian untuk kembali dan bertaubat kembali ke pertanian khususnya pertanian pangan, maka Indonesia akan siap menghadapi fakta kelangkaan pangan di masa yang akan datang bahkan mampu menjadi supplier pangan dunia," urai Dahnil, pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang ini.

Ketiga, masih kata Dahnil, agaknya pemerintah harus melakukan perbaikan kebijakan pertanian yang paling dasar yakni minimnya insentif bagi petani dan sektor pertanian. Pemerintah harus memberikan subsidi pertanian dan kemudahan aksestibilitas desa via infrastruktur desa yang layak untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian sebagaiman dilakukan oleh negara-negara Eropa dan Amerika terhadap petani mereka.

Atas semua hal di atas, Dahnil kembali menegaskan, sarjana pertanian harus kembali ke desa.

"Sarjana pertanian tak boleh berpikir dan berkarakter Urban. Mereka harus harus berpikir bagaimana memaksimalkan peran desa dan pertanian sebagai pusat pengembangan ekonomi," demikian Ketua Bidang Pemberdayaan Buruh, Tani, dan Nelayan PP Pemuda Muhammadiyah yang juga anggota Dewan Pakar DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Seluruh Indonesia ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya