Berita

presiden sby

Kelompok Oposisi Semakin Berani, Rezim SBY-Boediono akan Segera Diadili

JUMAT, 09 NOVEMBER 2012 | 22:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menjelang akhir 2012 kelompok oposisi di jalanan yang dimotori kalangan aktivis dan tokoh pro demokrasi semakin berani memperlihatkan taji.

Kritik yang mereka alamatkan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono semakin tajam. Dalam waktu dekat, kelompok ini akan menggelar "pengadilan khusus" untuk menelanjangi berbagai kebijakan pemerintahan SBY-Boediono.

Indonesia Mendakwa, itulah nama kegiatan yang akan mereka gunakan untuk mengadili kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Konsolidasi menuju "pengadilan khusus" Indonesia Mendakwa akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin mendatang (12/11). Adapun "pengadilan khusus" Indonesia Mendakwa akan diselenggarakan di Gedung Indonesia Menggugat di Bandung, Jawa Barat, pekan depan (18/11). Gedung bersejarah ini adalah tempat dimana Bung Karno pada tahun 1930 silam diadili pemerintah kolonial di Belanda. Di tempat itu, Bung Karno menyampaikan pledoi dan tesis anti kolonialisme yang dikenal dengan nama Indonesia Menggugat.

Tokoh-tokoh yang menginisiasi "pengadilan khusus" ini antara lain adalah Hatta Taliwang, Haris Rusly, Effendi Saman, Agus Jabo Priyono, Masinton Pasaribu, Andito, Salamuddin Daeng, Eggi Sudjana, Gojali Harahap, Roy Simanjuntak, Adhie Massardi, Beathor Suryadi, Wenry Anshory Putra, dan Arif Fachrudin.

Mereka menilai rezim SBY-Boedini telah menjadi abdi dalem kaum nekolim, selain korup dan memiskinkan rakyat. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya