Berita

jusuf rizal/ist

Presiden Jusuf Rizal Berharap Capres Non Partai Bisa Ikut Pilpres 2014

JUMAT, 09 NOVEMBER 2012 | 22:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik semakin menipis menyusul berbagai kasus yang melibatkan tokoh dan petinggi sejumlah partai politik. Dalam keadaan seperti ini, semestinya peluang bagi calon presiden non partai dibuka lebar. Hanya dengan demikian rakyat mendapatkan pemimpin yang berkualitas yang saat ini berada di luar partai politik.

Hal itu disampaikan Presiden Partai Suara Rakyat Independen Indonesia (Parsindo), Jusuf Rizal, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat malam (9/11). Partai yang dipimpin Jusuf Rizal ini tidak akan ikut dalam pemilihan umum mendatang. Jusuf Rizal yang selama ini dikenal sebagai Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) juga merupakan salah seorang pendiri Blora Center, operator politik yang ikut berperan di balik kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres 2004 silam.

Menurut Jusuf Rizal, tidak sedikit tokoh perseorangan yang sukses dalam pemilihan kepala daerah. Hal ini dapat dijadikan indikator bahwa tidak sedikit tokoh non partai yang memiliki kemampuan memimpin negeri ini dan tidak terlibat dalam praktik kotor partai politik.

"Masyarakat sudah semakin dewasa dan lebih memilih ketokohan dibandingkan partai politik," ujar Jusuf Rizal.

Dia juga mengatakan, partai yang dipimpinnya adalah organisasi kemasyarakat yang berusaha menjadi wadah bagi tokoh-tokoh yang memiliki keinginan membangun Indonesia.

"Konkretnya, kami merangkul berbagai organisasi masyarakat, LSM, organisasi kepemudaan, mantan anggota TNI dan Polri, PNS serta kalangan akademisi yang menginginkan perubahan bangsa ini," demikian tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya