Berita

Rusia Lebih Senang Jika John Kerry Jadi Menlu AS

JUMAT, 09 NOVEMBER 2012 | 01:04 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Rusia menginginkan Senator AS, John Kerry menggantikan posisi Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri AS dalam masa jabatan kedua Presiden Barack Obama.

Demikian dilansir dari Daily Star (Kamis, 8/11).

Sebuah sumber yang tidak mau disebutkan namanya di Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Moskow lebih suka melihat Kerry menduduki jabatan tersebut dibanding istri mantan Presiden AS, Bill Clinton itu.

Spekulasi yang berkembang, selain Ketua Komite Senat Luar Negeri, John Kerry, Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice berpeluang menjadi Menlu AS.

Namun, sumber tersebut mengatakan Rusia juga tak terlalu suka terhadap Susan Rice. Pasalnya, Susan dipandang terlalu ambisius dan agresif di kalangan diplomat Rusia.

"Ini akan lebih sulit bagi Moskow untuk bekerja dengan Washington jika Rice menjadi Menteri Luar Negeri," kata pejabat Rusia yang tidak mau disebutkan namanya. [arp]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya