Berita

barack obama

Indonesia Harus Lebih Taktis Manfaatkan Posisi Obama

RABU, 07 NOVEMBER 2012 | 14:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selama ini Indonesia terlena dan kurang taktis memanfaatkan keberadaan Presiden Barrack Obama untuk menaikkan postur RI di panggung internasional. 

Dari sisi dunia Islam misalnya, Indonesia adalah yang terbesar dan tergolong demokratis.

"Ini bisa menjadi alat bagi Indonesia untuk mengimbangi dominasi AS, terutama dalam hal terorisme. Indonesia bisa menunjukkan Islam bukan terorisme," ujar anggota Komisi I DPR Ahmed Zaki Iskandar (Rabu, 7/11) menanggapi kemenangan Obama atas lawannya Mitt Romney, calon Presiden dari Partai Republik dalam Pemilu AS yang baru saja berlangsung.

Lebih lanjut Zaki mengatakan sebenarnya keuntungan bagi Indonesia dengan keberadaan Obama, yang mempunyai hubungan sangat erat dengan Indonesia, baik yang sifatnya emosional hingga yang bersifat kepentingan bilateral.

Hal ini terlihat jelas dari beberapa kali kunjungan Obama ataupun pejabat tinggi AS lain ke Indonesia selama Obama menjadi presiden.  Persoalannya,  pemerintah  Indonesia belum maksimal  memanfaatkan hubungan erat dengan AS di masa pemerintahan Obama.

"Ibarat permainan sepak bola, Indonesia tidak pandai menerima umpan apik dari Obama untuk dikoversi menjadi gol dalam bentuk kebijakan yang strategis," tutur Zaki Iskandar yang juga calon Bupati Kabupaten Tangerang dalam Pemilukada Kab. Tangerang Desember mendatang.

Sebagai contoh, sebagai negara penduduk muslim terbesar dan mempunyai pengalaman demokratisasi yang relatif mapan, semestinya Indonesia bergerak untuk meneguhkan diri sebagai kiblat demokratisasi bagi dunia Islam. Hal ini mengingat dunia Islam sat ini membutuhkan contoh hubungan yang ideal antara Islam dan demokrasi.

Menurut Zaki, hampir bisa dipastikan Amerika Serikat akan  mendukung penuh Indonesia seandainya mengambil peranan strategis  mengingat banyak negara sekutu AS di Timur Tengah berguguran seperti Mesir, Yaman, dan yang lain.

"Kini, setelah Obama menang kembali Indonesia berkesempatan menjadi pendamping bagus bagi AS. Selain itu, juga bisa membuat Indonesia berkesemlatan lebih besar menata strategi kebijakan luar negeri," pungkas politikus Golkar ini.  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya