Berita

Dunia

Kemenangan Obama Diharapkan Bawa Dampak Positif bagi Dunia Islam

RABU, 07 NOVEMBER 2012 | 13:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat diharapkan dapat membawa dampak positif bagi dunia Islam, khususnya bagi negara-negara di Timur Tengah.

Meski memang, pada periode pertama masa pemerintahannya, kebijakan Obama lebih bersahabat dengan negara-negara Islam. Obama lebih mengedepankan pendekatan diplomasi daripada agresi untuk menyelesaikan masalah yang ada di berbagai negara.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay di sela-sela mengikuti acara menonton siaran langsung Pemilu Presiden AS di Grand Ball Room Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta (Rabu, 7/11).

"Kebijakan Obama untuk menarik pasukannya dari Irak dan juga sebagian dari Afghanistan adalah langkah yang perlu diapresiasi. Kebijakan ini sesungguhnya juga sangat menguntungkan Amerika. Dengan menarik pasukannya, Amerika tidak perlu lagi menghabiskan budget yang besar untuk membiayai pasukannya di kedua negara tersebut," ungkap Saleh.

Saleh berharap agar Obama dapat berperan aktif untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah, khususnya Suriah, dengan pendekatan damai. Demikian juga halnya dengan persoalan konflik Israel-Palestina yang sampai sekarang belum berujung. Obama diminta untuk tidak berpihak dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negara-negara lain.

"Saya melihat saat ini Obama memiliki power dan independensi yang lebih kuat dibandingkan masa pemerintahannya pada periode pertama. Obama tidak lagi memiliki beban untuk dipilih kembali pada pemilu berikutnya. Oleh karena itu, dia dapat memanfaatkan periode kedua ini secara maksimal untuk meraih prestasi, baik di tingkat domestik maupun di dunia internasional".

Selain itu, Saleh menilai bahwa Barack Obama berhasil menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, Obama dinilai lebih paham tentang seluk beluk Indonesia. Tentu saja, di mata Obama, Indonesia adalah negara yang sangat diperhitungkan.

"Ke depan, diharapkan kerjasama Indonesia-Amerika lebih fokus pada isu-isu kemanusiaan seperti pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan peningkatan kapasitas SDM. Tentang urusan politik, masing-masing tidak selayaknya saling mencampuri," demikian Saleh, jebolan Colorado State University Amerika Serikat ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya