Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat diharapkan dapat membawa dampak positif bagi dunia Islam, khususnya bagi negara-negara di Timur Tengah.
Meski memang, pada periode pertama masa pemerintahannya, kebijakan Obama lebih bersahabat dengan negara-negara Islam. Obama lebih mengedepankan pendekatan diplomasi daripada agresi untuk menyelesaikan masalah yang ada di berbagai negara.
Demikian disampaikan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay di sela-sela mengikuti acara menonton siaran langsung Pemilu Presiden AS di Grand Ball Room Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta (Rabu, 7/11).
"Kebijakan Obama untuk menarik pasukannya dari Irak dan juga sebagian dari Afghanistan adalah langkah yang perlu diapresiasi. Kebijakan ini sesungguhnya juga sangat menguntungkan Amerika. Dengan menarik pasukannya, Amerika tidak perlu lagi menghabiskan budget yang besar untuk membiayai pasukannya di kedua negara tersebut," ungkap Saleh.
Saleh berharap agar Obama dapat berperan aktif untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah, khususnya Suriah, dengan pendekatan damai. Demikian juga halnya dengan persoalan konflik Israel-Palestina yang sampai sekarang belum berujung. Obama diminta untuk tidak berpihak dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negara-negara lain.
"Saya melihat saat ini Obama memiliki power dan independensi yang lebih kuat dibandingkan masa pemerintahannya pada periode pertama. Obama tidak lagi memiliki beban untuk dipilih kembali pada pemilu berikutnya. Oleh karena itu, dia dapat memanfaatkan periode kedua ini secara maksimal untuk meraih prestasi, baik di tingkat domestik maupun di dunia internasional".
Selain itu, Saleh menilai bahwa Barack Obama berhasil menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, Obama dinilai lebih paham tentang seluk beluk Indonesia. Tentu saja, di mata Obama, Indonesia adalah negara yang sangat diperhitungkan.
"Ke depan, diharapkan kerjasama Indonesia-Amerika lebih fokus pada isu-isu kemanusiaan seperti pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan peningkatan kapasitas SDM. Tentang urusan politik, masing-masing tidak selayaknya saling mencampuri," demikian Saleh, jebolan Colorado State University Amerika Serikat ini. [zul]