Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Sudah Sepantasnya Bung Karno Dapat Gelar Pahlawan Nasional

RABU, 07 NOVEMBER 2012 | 08:37 WIB

Setelah melalui perdebatan cukup lama, Presiden pertama Soekarno dan Wakilnya Mochammad Hatta akan dinobatkan menjadi pahlawan nasional. Keluarga Bung Karno menyambut gembira.

Cucu Bung Karno, Puan Maha­rani bersyukur karena kakeknya akan dinobatkan men­jadi pahlawan nasional.

“PDI Perjuangan sebagai partai yang mengusung pemikiran-pe­mikiran Bung Karno, ber­syu­kur akhirnya keraguan ten­tang status Pahlawan Nasional Bung Karno yang selama ini ada, sudah hilang,” kata Puan Ma­harani kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Juru Bicara Pre­siden Julian Aldrin Pasha me­ngatakan, Presiden SBY akan menobatkan tokoh Proklamator In­donesia itu sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2012.

“Ya benar, pasangan Presiden Pertama RI dan wakilnya Bung Hatta akan digelari pahlawan na­sional,” katanya.

Puan Maharani selanjutnya mengatakan, pemberian gelar tersebut mengakhiri perdebatan pan­jang tentang apakah Bung Kar­no Pahlawan Proklamator atau Pahlawan Nasional.

“Sekaligus sebagai salah satu bentuk nyata penghargaan atas jasa Sang Proklamator Bung Kar­no terhadap negara dan bangsa In­donesia,” kata  Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Seberapa pentingkah gelar Pahlawan Nasional itu bagi ke­luarga Bung Karno?

Pemberian gelar pahlawan na­sional ini sebagai salah satu pe­ngakuan nyata terhadap jasa dan pengorbanan beliau untuk negara dan bangsa Indonesia.

Sudah selayaknya Bung Karno dan Bung Hatta yang banyak ber­jasa bagi bangsa Indonesia men­dapatkan gelar pahlawan nasio­nal. Saya rasa, bukan subyektif ya, memang sudah sepatutnya anak bangsa menghargai jasa tokoh-tokoh yang berperan dan ber­jasa bagi bangsa Indonesia.

Anda kecewa pemberian ge­lar ini baru sekarang?

Sudah sepantasnya Bung Karno dan Bung Hatta itu menda­pat­kan gelar pahlawan nasional. Bahkan seharusnya sudah jauh-jauh hari itu dilakukan. Meski de­mikian, kami tetap bersyukur.

Bagaimana tanggapan ke­luar­ga besar Bung Karno de­ngan diberikannya gelar seba­gai pahlawan nasional itu?

Tentu saja keluarga meng­har­gai dan mengapresiasi, bukan hanya kepada Pak SBY. Tapi juga ke­pada pemerintah. Karena gelar pahlawan nasional ini bukan diberikan Presiden seorang diri ke­pada Bung Karno, tapi meru­pa­kan keputusan kolektif yang ke­mudian disetujui Presiden.

Selama ini pemberian gelar pahlawan nasional untuk Bung Karno selalu ada perdebatan alot ya?

Selama ini ada perdebatan di masyarakat tentang apakah Bung Karno bisa disebut sebagai pah­lawan nasional menurut Un­dang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tan­da kehormatan.

Terutama, soal kerancuan gelar pahlawan proklamator terhadap dwi tunggal Soekarno-Hatta juga dapat dipahami bahwa Bung Karno adalah pahlawan nasional. Tapi dengan akan diberikannya gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno, maka kerancuan dan keraguan itu sudah hilang.

Bagaimana dengan gerakan de-Soekarnoisasi yang selama ini terjadi?

Saya rasa, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno sekaligus jadi penanda bah­wa gerakan de-Soekarno-isasi yang selama ini terjadi sudah harus dihentikan.

Kenapa begitu?

Sekarang ini kita harus tem­pat­kan Bung Karno pada posisi yang sepantasnya sebagai salah satu founding fathers negara-bangsa Indonesia.

Apa harapan Anda terhadap pemberian gelar ini?

Tentunya kami berharap pem­be­rian gelar pahlawan nasional ke­pada Bung Karno menjadi mo­mentum mengingatkan kem­bali rakyat Indonesia tentang ber­bagai peran Bung Karno mewujudkan kedaulatan bangsa Indonesia yang selama ini masih belum dimunculkan.

Kami mengajak semua masya­ra­kat Indonesia, terutama pe­muda dan pemudi bangsa ini mempe­lajari peran dan jasa Bung Karno. Karena Bung Karno yang meng­ingatkan kita semua bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya.

Memangnya sejarah Bung Karno masih banyak yang belum tahu?

Pada masa-masa sebelumnya, jasa serta peran Bung Karno da­lam sejarah perjuangan kemer­de­kaan dan kemerdekaan Indonesia sudah mengalami distorsi. Aki­batnya banyak yang memiliki pe­mahaman yang keliru dan tidak lengkap tentang siapa sesung­guh­nya sosok Bung Karno serta jasa dan pengorbanan untuk ke­mer­dekaan dan kedaulatan negara bang­sa Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya