Berita

nasril bahar

Anggota DPR 1000 Persen Dukung Dahlan Iskan Asal...

SELASA, 06 NOVEMBER 2012 | 10:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota DPR pada prinsipnya setuju dan mendukung tindakan Menteri BUMN Dahlan Iskan membongkar praktik pemerasan terhadap perusahaan negara.

"Kita dukung itu 1000 persen," ujar anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 6/11).

Namun, Nasril Bahar tidak sepakat dengan cara Dahlan yang mengumbar adanya oknum anggota DPR pemeras BUMN ke media. Karena itu sama saja Dahlan menyandra lembaga wakil rakyat itu.

"Anggota DPR ada 560. Yang disebut sekitar sepuluh. Sandera seperti ini yang saya memandang tidak elok. Apalagi melihat kondisi objektif hari ini dimana DPR mendekati titik nadirnya. Sementara BUMN juga bahagian yang tdak terpisahkan secara kemitraan dengan DPR," ungkapnya.

Karena itu dia menegaskan, Dahlan harusnya menyelesaikan dugaan kasus pemerasan itu secara kelembagaan. Yaitu, melaporkannya ke Badan Kehormatan DPR. "Itukan dipanggil BK DPR," ungkapnya saat ditanyakan bukankah kemarin Dahlan sudah melapor ke BK DPR.

Atau, kata politikus PAN ini, kalau dugaan pemerasan itu bukan lagi sekadar menyalahi etika, tapi sudah masuk tindak pidana korupsi, sebaiknya segera laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jadi Dahlan inventarisir saja.  Kalau masih etika ke DPR. Tapi kalau sudah parah, ya lapor ke KPK. Jangan berpolemik di media. Seakan-akan ada perang antarlembaga," katanya mengingatkan.

Soal adanya SMS gelap yang berisi inisial sejumlah anggota Dewan yang memeras perusahaan pelat merah itu, Nasril Bahar tidak pernah merisaukannya. Meski dalam pesan gelap itu, tersera inisial yang mengarah kepadanya, yaitu Nas dari PAN. Karena dia tidak melakukan apa yang ditudingkan. "Saya merasa happy saja. Namun yang resah itu konstituen saya," ungkapnya.

Konstituennya pun mempertanyakan, apakah dirinya yang selama ini dibanggakan, dipercaya, justru melakukan tindakan yang melawan hukum.

"Mereka nanya, apa benar inisial itu bapak. Saya katakan amanah Anda saya pegang, saya tidak akan bertindak seperti itu. Insya Allah untuk makan dan sekolah anak saya masih cukup meski tidak mendapat ganji dari DPR," katanya meyakinkan. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya