Berita

Publika

Tiket Kereta Ludes, Penumpang Terkatung-katung

SENIN, 05 NOVEMBER 2012 | 11:38 WIB

. Sekalipun sudah ada pelayanan Tiket online dalam Jasa Transportasi Kereta Api, namun hal itu dirasa belum maksimal. Kereta Api sebagai sarana transportasi masal rupanya hanya mampu memberikan pelayanan terbatas. PT Kereta Api seakan-akan tak bisa memberi solusi di saat jumlah penumpang meledak.

Inilah yang saya rasakan disaat hendak pergi ke Jakarta menggunakan jasa KA Cirebon Ekspres (Cireks), dari Cirebon tujuan stasiun Gambir, Jakarta.
Tiket KA Cirek tujuan Gambir pada senin, 5 November 2012 dengan jadwal pemberangkatan pukul 10.00 WIB itu ludes. Sontak, saya dan mayoritas calon penumpang tujuan Gambir kecewa, suasana di stasiun pun sempat tak terkendali di saat penjaga loket mengumkan tiket ke Jakarta habis, seorang penumpang bahkan berteriak kesal lantaran tiket cireks habis, sebagian lainnya bergumam dan berbisik.

"Aneh ya, setiap Senin ko tiket Cireks selalu abis," kesal salah satu pengunjung.

"Aneh ya, setiap Senin ko tiket Cireks selalu abis," kesal salah satu pengunjung.

Tak banyak yang bisa dilakukan penjaga loket, dan solusi yang ditawarkan penjaga saat itu adalah calon penumpang bisa menunggu jadwal keberangkatan kereta berikutnya, cirek atau KA Argo Jati pada pukul 14.00. Kondisi ini menunjukan tak ada kesigapan PT KAI dimana setiap hari minggu dan senin, jumlah penumpang Cirebon Gambir biasanya cukup banyak. Para penumpangpun dipaksa bersabar empat jam menunggu jadwal pemberangkatan berikutnya.

Pantauan di areal loket, terpasang secarik kertas putih, mengumumkan bahwa seluruh tiket KA cirek gambir dengan empat jadwal pemberangkatan hari itu memang sudah habis. Termasuk 1 kereta tambahan yang diberangkatkan pada pukul 17.00. WIB.
Rupanya, 1 kereta tambahanpun tak mampu memberi solusi bagi para penumpang. Penumpang harus terkatung-katung, mau tak mau penumpang dipaksa sabar untuk menunggu.

Direktur Point Indonesia Karel Susetyo melihat, apa yang sudah dialami para penumpang KAI ini adalah bagian dari korban monopoli pasar.

"Bro kau jadi korban monopoli pasar tuh," dalam pesan Blackberry yang dikirim.

Menurut Karel, KAI bisa melayani seenaknya karena mereka enggak punya kompetitor.

"Coba mekanisme pasar terbuka di sektor perkereta apian dijalankan. Konsumen akan selalu punya alternatif. Karena ada persaingan bebas antar operator. Persis pasar telekomunikasi seluler," demikian Karel.

Saya rasa, sebagian penumpang KAI merasakan hal yang sama, penumpang jadi korban, dan insiden yang cukup memprihatinkan ini juga kerap terjadi disaat Liburan anak sekolah atau lebaran hari raya umat muslim tiba. PT KAI harus terus melakukan perbaikan, tak hanya sebatas menawarkan jasa pelayanan tiket online.

Kenaikan harga tiketpun wajib dibarengi dengan pelayanan yang maksimal dan memuaskan bagi para pelanggan. Tentu ini bukanlah pekerjaan mudah dan secepat membalikan telapak tangan, tapi upaya memberikan pelayanan yang baik dan mencarikan solusi disaat penumpang meledakpun juga patut diperhatikan. Terutama, KA cireks Gambir yang selalu kehabisan tiket jika akhir pekan tiba.

Setidaknya, saya pernah bermimpi, jasa pelayanan KAI dan fasilitas yang ada, mirip dengan Singapura. Mudah-mudahan bisa. Amin.

FR Wijaya
Alamat, Jalan Pangkalan Jati V Rt 04/05 No 30 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya