Berita

Fadli Zon: Nggak Benar Prabowo Subianto Nyumbang Barack Obama

SENIN, 05 NOVEMBER 2012 | 11:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon membantah Prabowo Subianto menyumbang dana 1 juta dollar AS kepada Barack Obama, capres incumbent dalam pemilihan presiden Ameriksa Serikat saat ini.

"Itu nggak benar," tegas Fadli kepada Rakyat Merdeka Online  pagi ini (Senin, 5/11).

Fadli Zon menegaskan, dia Amerika seseorang tidak mudah menyumbang salah satu calon. Mereka punya aturan yang sangat ketat.  "Tidak mungkin orang bisa menyumbang dengan seenaknya, apalagi orang asing. Jadi tidak ada lah itu, rumors," tegasnya.

Sebelumnya, dikabarkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyumbang dana kampanye Barack Obama sebesar 1 juta dollar AS.

"Bahkan, sumbangan dari individu itu jauh lebih dibatasi. Kalau tidak salah, tidak lebih dari 200 dollar," sanggah Fadli lagi.

Fadli menegaskan, yang memutuskan apakah Prabowo Subianto akan jadi presiden Indonesia adalah rakyat Indonesia sendiri. Bukan Amerika Serikat.

"Namun semua yang memutuskan rakyat kita, tidak ada hubungan dengan luar negeri. Luar negeri itu ya kita harus punya hubungan baik bilateral dan multilateral yang saling menguntungkan, hakikatnya untuk kepentingan nasional. Prioritasnya adalah bagaimana rakyat bisa dukung atau tidak," jelasnya

Meski Fadli tak menampik sinyalemen dukungan dari Amerika Serikat terkait pancapresan Prabowo.

"Kalau itu kan saya kira mereka tentu melihat hasil poling dan lain-lain," jelasnya merujuk survei Wall Street Journal, bahwa Prabowo dinilai kandidat calon Presiden terkuat Indonesia oleh publik Amerika. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya