Berita

andi arief/ist

Nusantara

Andi Arief: Konflik Lampung Menjadi Surga bagi Aktivis Social Media

MINGGU, 04 NOVEMBER 2012 | 08:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ada dua momen penting yang masih melekat kuat dalam kenangan warga Lampung. Pertama, kisah Talangsari di tahun 1989 yang hingga kini masih mencabik-cabik perasaan warga. Kedua, sikap Presiden Megawati Soekarnoputri yang tidak melantik Alzier Dianis Thabranie yang menang dalam pemilihan gubernur 2002.

Warga Lampung sudah memaafkan kedua peristiwa itu walau sulit melupakannya. Di luar kedua peristiwa itu sama sekali tidak ada peristiwa besar yang meninggalkan luka di hati rakyat Lampung.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Andi Arief ketika menjelaskan karakteristik warga Lampung, baik yang disebut sebagai penduduk asli maupun pendatang. Penjelasan ini disampaikan Andi Arief untuk memberikan gambaran utuh mengenai kondisi psikologis dan sosial Lampung menyusul bentrok yang terjadi antara dua kelompok masyarakat beberapa hari lalu.

"Kini persatuan sedang diuji karena bentrok fisik. Korban sudah jatuh (dalam bentrok di Lampung Selatan), masalah sedang dalam tahap penyelesaian. Kepolisian sudah mengambil sikap disiplin internal. Sebagian warga yang terancam (karena situasi masih panas) kini dilindungi. Sekali lagi dilindungi," ujar Andi Arief yang lahir dan besar di Lampung.

Dia berharap semoga proses penyelesaian konflik tidak diganggu oleh pihak-pihak yang justru tidak pernah sekalipun mau bersentuhan dengan warga yang seakan-akan kini sedang mereka bela.

"Konflik ini menjadi surga pemberitaan beberapa media, dan aktivis-aktivis social media. Meski (pernyataan-pernyataan mereka) bukan mengarah pada solusi, namun inilah kenyataan seninya demokrasi," ujar Andi Arief lagi.

"Percayalah, mereka yang sedang berkonflik di Lampung saat ini adalah mereka yang sama-sama sudah menetap lama di sana. Mereka pasti tahu bagaimana mengatasi persoalan ini," demikian Andi Arief menutup penjelasannya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya