Berita

andi arief/ist

Nusantara

Andi Arief: Lampung Tempat Pertemuan yang Nyaman

SABTU, 03 NOVEMBER 2012 | 19:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sudah menjadi rahasia umum Propinsi Lampung adalah surga bagi para pendatang yang berasal dari Jawa, Bali, Sunda, Banten, Batak, Padang, Palembang, Bugis, dan etnis Cina untuk menetap selamanya. Lampung pun terbuka bagi berbagai agama dan kepercayaan.

"Lampung atau Sai Bumi Ruwa Jurai adalah sebuah tempat pertemuan yang nyaman antara penduduk asli dan pendatang," ujar Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu petang (3/11).

Pernyataan Andi Arief yang lahir dan besar di Lampung ini disampaikan untuk menenangkan konflik yang sempat terjadi di Lampung Selatan beberapa hari lalu. Sekitar 2.000 orang kini hidup dalam pengungsian akibat kerusuhan itu.

Sektor pertanian, perkebunan, transportasi, perdagangan, juga politik lokal, ibadah dan tempat peribadatan, jabatan di birokrasi, posisi di TNI dan Polri, sebut Andi Arief lagi, betul-betul menjadi wilayah milik semua suku dan etnis.

"Semua lebur dalam persaudaraan yang saling menyayangi dan menghormati," sambungnya.

Dia juga mengatakan, penduduk asli tidak pernah menuntut hak hidup yang eksklusif, pun tidak ada kebijakan affirmative action yang menguntungkan sekelompok penduduk. Bahkan, hampir tak ada peristiwa besar yang membuat trauma hidup di Lampung. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya