Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Pemeriksaan Medis Harus Dilakukan Secara Benar

JUMAT, 26 OKTOBER 2012 | 08:10 WIB

Perkumpulan Endokrinologi In­do­nesia (PERKENI) menyatakan, pe­nya­kit tiroid dapat disembuhkan jika pe­na­nganan medis dilakukan dengan be­nar. Apakah benjolan itu karena ke­ga­nasan atau pembesaran biasa. Pe­nanganan tiroid harus dila­ku­kan secara bertahap agar penyembuhan bisa maksimal

Ketua PERKENI Dr Pradana Soe­won­do mengungkapkan, banyak dok­ter menangani gangguan kelenjar ti­roid tidak sesuai tahapan secara benar. Sehingga penyakit ini sulit di­sem­buhkan. Apalagi gejala tiroid masih su­lit diketahui oleh penderita.

“Penanganan tiroid harus dilakukan secara benar dan penderita pun mesti rajin memeriksakan ke dokter, supaya bisa diatasi secara maksimal,” katanya dalam seminar media yang bertajuk ‘Minimalkan Efek Samping Pada Pengobatan Kelainan Kelenjar Tiroid’ di Jakarta, Jumat (19/10).

Kata Pradana, penanganan tiroid dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium guna melihat TSH (kadar hormon tiroid). Pe­me­riksaan darah bisa menjadi indikator apakah pasien menderita hipotiroid, hipertiroid maupun kanker tiroid.

Selain itu, lanjut dia, pemeriksaan tiroid bisa juga dilakukan dengan ban­tuan Ultra Sonografi (USG) yang akan membantu keakuratan tindakan bi­op­si, tanpa harus dioperasi lebih dulu.

“Pemeriksaan bisa dilakukan me­la­lui laparoskopi yang bersifat invasi, yang bertujuan mengangkat benjolan dari kelenjar gondok, dengan ukuran jarum tertentu di bawah empat sen­ti­meter,” katanya.

Secara estetika, langkah ini dinilai sangat menguntungkan, karena tidak meninggalkan bekas luka yang besar serta memperkecil terangkatnya ke­lenjar paratiroid dari pita suara.

“Pada operasi tiroid umumnya, justru mengandung risiko yang dapat meng­akibatkan metabolisme ter­ganggu yang ditimbulkan setelah operasi. Oleh karena itu, pasca-pem­bedahan pasien perlu me­lakukan kon­trol secara rutin,” ujarnya.

Ahli penyakit dalam dari Divisi Me­ta­bolime dan Endokrinologi De­par­te­men Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Iman Subekti menambahkan, me­tode lain yang mungkin bisa dila­ku­kan adalah dengan melakukan teknik ablasi. Teknik ablasi meru­pa­kan teknik pemberian radioaktif yang akan merusak sel pada kelenjar tiroid yang mengalami kelainan. Di mana, metode ini juga dipakai pada pasca-operasi pada kasus kanker tiroid.

Bahkan untuk mengurangi angka kekambuhan dan memperpanjang harapan hidup bagi pasien kanker tiroid, perlu dilakukan pengelolaan terpadu dengan berbagai cara. Per­tama, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid dan pertanda adanya tumor, yaitu memeriksa TSH, T3, dan T4, Tiroglobin dan Kalsitonin. Juga dilakukan foto polos leher.

Kedua, untuk memastikan benjolan di leher, perlu dilakukan biopsy jarum halus, yaitu mengambil sedikit cairan yang terdapat pada benjolan dengan menggunakan jarum yang sangat ha­lus yang tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebih, yang akan men­di­ferensiasi benjolan tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya