Berita

saleh daulay

Ketua Komnas Harus Paham HAM Ala Indonesia

SELASA, 23 OKTOBER 2012 | 17:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komnas HAM masih tetap menjadi andalan dalam menyelesaikan isu-isu HAM di Indonesia. Lembaga ini diharapkan mampu menterjemahkan konsepsi HAM ala Indonesia.

Karena itu, Ketua Komnas HAM yang akan datang diharapkan adalah sosok yang mengerti dan menguasai bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai HAM sesuai dengan budaya dan kondisi sosial politik Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay saat dihubungi Rakyat Merdeka Online petang ini (Selasa, 23/10).

"Selama ini, saya melihat konsepsi dan aksi-aksi pembumian HAM di Indonesia masih murni bersumber dari Barat. Padahal, konsep keuniversalan HAM juga sangat dibatasi oleh situasi sosial dan budaya masyarakat dimana HAM itu diimplementasikan. Untuk konteks Indonesia, konsepsi dan implementasi HAM semestinya merujuk pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.

Memaksakan konsepsi HAM versi Barat ke dalam masyarakat Indonesia, lanjut Saleh, dalam tataran tertentu bisa saja berbenturan dengan budaya dan kondisi sosial politik Indonesia. Apalagi, pemaksaan tersebut bisa juga diartikan sebagai bentuk penetrasi tidak langsung ke dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. 

Padahal, faktanya banyak hal yang membedakan masyarakat Indonesia dengan masyarakat Barat.

"Konsep kebebasan saja, menurut saya, sangat beda. Kebebasan di Barat dibatasi selama tidak mengganggu orang lain dan tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang ada. Di Indonesia, kebebasan juga dibatasi oleh norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Walaupun tidak diundangkan, bila suatu perbuatan dinilai bertentangan dengan norma-norma sosial, perbuatan itu tetap dinilai salah," ungkapnya.

Dalam kaitan itu, Saleh berharap agar Ketua Komnas HAM yang akan datang adalah yang betul-betul memahami bagaimana membumikan HAM sesuai dengan Pancasila dan konstitusi Indonesia. Siapa pun kandidat yang terpilih, bila mampu membuat Komnas HAM lebih mandiri secara konsepsi dan aksi layak didukung.

Komisi III DPR telah memilih 13 anggota Komnas HAM yang baru. Ke-13 orang itu pada sidang Paripurna tadi siang diperkenalkan oleh Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya