Berita

ilustrasi

Audit BPK Harus Dibarengi Pembentukan Tim Pengawas Pengangkutan

MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 15:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat kebijakan energy Sofyano Zakaria menyambut baik langkah BPK mengaudit pencurian minyak terkait banyaknya kegiatan penyelundupan yang ditangkap Bea Cukai.

"Audit itu untuk diketahui kerugiannya dan penyimpangannya," katanya di Jakarta, Minggu (21/10).

Namun, kata dia, audit itu juga harus dibarengi dengan dibentuknya Tim Terpadu Pengawasan Pengangkutan Laut Migas yang bisa langsung dikoordinir Menko Politik, Hukum dan Keamanan.

"Setiap kapal Tanker yang akan mengangkut migas agar memberitahukan atau melaporkan segala aktifitas kapal yang bersangkutan, dan tim juga harus mengawasi gerak kapal-kapal tersebut," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai, kasus penyelundupan minyak yang tertangkap di kepulauan Riau baru baru ini, sama dengan kasus pencurian di terminal lawe lawe Balikpapan, Kalimantan Timur pada 2005. Modusnya adalah mengambil toleransi losses sebesar 0,2 persen dan ini menjadi sangat besar jika dikalikan kumulatif muatannya.

"Misalnya, pada tanker dengan muatan 35.000 KL maka dengan losses sebesar 0,2 persen itu berarti terdapat 70 KL atau 70 ton atau 70.000 liter minyak tak "bertuan". Dan Itu adalah hasil losses untuk sekali angkutan," katanya.

Karena itu secara administratif masih masuk dalam toleransi losses, maka pemilik minyak bisa saja membantah tidak ada kerugian walaupun faktanya tetap ada kerugian. Dengan begitu jika kapal tanker atau transporter tidak ke tangkap, maka pemilik minyak tidak akan merasa rugi karena masuk dalam toleransi losses.

Menurutnya, penyelundupan minyak pasti menggunakan cara yang teramat licin. Kerugian yang timbul juga berpotensi merugikan negara triliun rupiah seperti terjadi pada kasus Lawe-Lawe dan ini lebih berbahaya dari Korupsi.

"Presiden harus optimalkan pengawasan disektor ini," katanya.

Anggota BPK Ali Masykur Musa mengatakan, pihaknya akan mengaudit produksi minyak dan distribusi BBM terkait dengan banyaknya kasus penyelundupan minyak. Menurutnya audit akan dilakukan dari hulu-hilir mulai dari BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas), BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Migas), dan Pertamina akibat banyaknya kasus penyelundupan BBM subsidi dan minyak mentah milik Indonesia.

BPK, kata dia, tidak akan pandang bulu jika ditemukan ada pihak yang Pertamina atau badan usaha yang terindikasi melakukan praktik tersebut, maka BPK akan segera menindaknya.

Untuk diketahui, Bea Cukai Kanwil Riau menangkap kapal MT Martha Global selaku transporternya minyak Pertamina karena terbukti membawa minyak mentah sebanyak 35 ribu kiloliter dari Dumai yang seharusnya menuju Cilacap, namun berbelok mengarah ke perairan Malaysia pada 19 September 2012.

Pertamina juga mengaku dari 2010 hingga Oktober 2012 tercatat, pencurian minyak mentah Pertamina mencapai 370 ribu barel. Kerugian yang ditanggung 37 juta dolar AS. [dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya