Berita

ARMANSYAH SIREGAR DIGENDONG IBUNYA/RMOL

Arman Lesu Tak Berdaya di RSCM

RABU, 17 OKTOBER 2012 | 21:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Bocah kecil itu masih terbaring lesuh dan tergolek tak berdaya di Kamar 0C Gedung A Unit Rawat Inap Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Bocah bernama Armansyah Siregar (Arman) yang lahir pada 19 November 2009 bisa dikatakan kurang beruntung. Ketika anak seumurnya sedang asyik bermain dan tertawa, Arman hanya bisa merengek, menangis dan merintih kesakitan di pangkuan ibunya.

Arman divonis dokter menderita penyakit langka, yaitu neuroblastoma atau tumor ganas di syaraf. Neuroblastoma yang menyerang syaraf otak itu mengakibatkan timbulnya benjolan-benjolan di bagian wajah, tenggerokan, perut, gusi dan mata. Bahkan kini Arman tidak dapat melihat lagi karena penyakit itu merenggut matanya.

"Kata dokternya, di antara hati dan ginjal anak saya ada tumor dan sekarang sudah menjalar ke semua sel," ujar Sahman Sahyuti Siregar, ayah kandung Arman di RSCM, Jalan Diponegoro 71, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Dari data yang yang ada, Arman ditangani Divisi Hematologi-Onkologi, Depertemen Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Sebagai Protokol OPEC/OJEC atau Dokternya adalah dr. Novie Amalia, Sp.A (K). Dari awal masuk RSCM 29 September lalu, Arman sudah lebih 10 kali diperiksa tim dokter dan sekarang melakukan kemoterapi anak. Kini Arman belum bisa ditindaklanjuti, karena kondisi fisiknya sangat lemeh.

"Hasil laboratorium, albumin (protein yang mengalir dalam darah) masih rendan, yaitu 3,14. Target dokter, 3,5," ungkap Sahman.

Oleh tim dokter, keluarga Arman belum ada perintah untuk berbuat apa, hanya menunggu fisik Arman agar lebih kuat dan bisa dilakukan pengobatan lebih lanjut. "Saya dan Istri hanya diminta berdoa, dan dokternya mengatakan akan berusaha sekuat tenaga," ungkap Sahman dengan sedih.

Sahman akan tetap bertahan di RSCM selama pihak RSCM belum angkat tangan. Apalagi kondisi Arman yang sangat lemah membuat Arman tidak bisa dibawa-bawa kemana.

"Kita akan bertahan disini, dengan kondisi apapun. Mau pulang atau dirujuk pihak RSCM belum berani melepaskan, karena (fisik Arman) lemah, apalagi perjalan jauh," pungkasnya.

Arman mengalami tumor ganas di saraf mata. Sejak Agustus 2012 lalu, muncul tanda kebiru-biruan di sekitar bola mata Arman. Sebelumnya anak pasangan Sahman Sahyuti Siregar (23) dan Selvinaria Siahaan (25) yang berdomisili di Lingkungan Temutua, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara itu sudah pernah di rawat di RSUD Labuhanbatu dan RS Adam Malik Medan. Namun tak juga sembuh, lalu dirujuk ke RSCM.

Sahman sendiri adalah seorang penderes rambung atau penyadap getah dari pohon karet milik orang lain. Sesekali waktu, Sahman diminta memanen pohon sawit orang. Dengan kata lain, dia hanya buruh yang memiliki kemampuan ekonomi sangat minim. Itulah sebab Sahman mengaku kesulitan untuk menyediakan kebutuhan pengobatan buah hatinya.

Sekedar tambahan, Neuroblastoma adalah salah satu jenis kanker yang umum diderita pada masa kanak-kanak. Berasal dari kelenjar adrenal (di perut) dan rantai ganglion simpatetis (ditemukan pada leher, dada dan perut). Lebih dari setengah pasien berusia kurang dari 2 tahun, dengan 90 persen terulang pada 8 tahun pertama hidupnya. Kanker neuroblastoma ini juga biasanya ditandai dengan gejala seperti perut yang membesar. Selain itu, perasaan perut yang terasa penuh dan nyeri perut pun merupakan salah satu gejala kanker neuroblastoma ini.

Kanker neuroblastoma ini sering memproduksi hormon seperti epinefrin yang dapat meningkatkan denyut jantung dan terjadinya kecemasan pada penderitanya. Kanker neuroblastoma merupakan kanker yang menyerang sistem syaraf. Kanker ini lebih sering ditemukan pada masa kanak-kanak. Kanker ini biasanya berasal dari jaringan yang membentuk syaraf simpatis atau syaraf yang mengatur fungsi tubuh involunter.

Kanker neuroblastoma bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, yang paling sering berasal dari jaringan adrenal di perut. Kasus kanker neuroblastoma ini sekitar 74 persen ditemui pada anak-anak di bawah 5 tahun. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya