Berita

akbar tanjung/ist

PILPRES 2014

Akbar Tanjung Sebut Dahlan Iskan Sebagai Figur Potensial

RABU, 17 OKTOBER 2012 | 17:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sosok Dahlan Iskan dipuji mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung sebagai figur potensial calon presiden atau calon wakil presiden dalam Pilpres 2014 mendatang.

Sebagai Menteri Negara BUMN, Dahlan dianggap telah melakukan banyak terobosan. Keunggulan itu bahkan sudah terlihat sejak dirinya menjabat Dirut PLN. Namun, Akbar menyarankan, jika memang ingin melaju ke ajang pilpres, Dahlan harus mencari kendaraan politik atau parpol untuk memenuhi syarat konstitusi.

"Masih ada dua tahun lagi bagi Dahlan untuk meningkatkan performa kinerja dan kapasitasnya," ujar Akbar dalam pernyataan kepada pers, Rabu (17/10).


Akbar tetap diplomatis menanggapi sebuah opini di sebuah situs berita yang bertajuk "Dahlan-Akbar Alternatif". Menurutnya, terlalu dini bicara soal pasangan capres-cawapres dan mengaitkan wacana itu dengan dirinya, karena situasi dan kondisi masih "cair". Tokoh-tokoh yang akan maju pun belum semuanya tampil.

"Kita lihat saja nanti. Politik itu kan dinamis," kilahnya.

Menjawab pertanyaan soal kemungkinan Dahlan diusung Partai Demokrat, Akbar berpendapat hal itu cukup logis, meski sejumlah partai lain juga melirik Dahlan.

"Karena Dahlan pembantu Presiden, maka dia pun dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Demokrat. SBY tahu bagaimana kinerja dan sosok Dahlan," urai Akbar.

Selain soal kendaraan politik yang mau mengusung Dahlan, soal lain adalah bagaimana partai itu bekerjasama dengan partai lain atau membentuk koalisi. Hal itu penting karena koalisi akan menguatkan dukungan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya