Berita

neta s. pane/ist

Tolak Kenaikan Gaji Penyidik Polri

MINGGU, 14 OKTOBER 2012 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kenaikan anggaran gaji penyidik Polri hingga sama dengan penyidik KPK harus ditolak. Yang perlu sekarang adalah mengusut kekayaan para pejabat Polri yang umumnya memiliki rumah mewah, mobil mewah dan kemewahan lainnya. Ini karena tidak sebanding dengan gajinya yang diterima.

Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane seperti rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Minggu (24/10).

"IPW mencatat selama 12 tahun terakhir, yakni sejak berpisah dari TNI, Polri telah mendapatkan kenaikan anggaran 1.000 persen. Tahun 1999/2000 anggaran Polri hanya Rp 3,2 triliun. Tahun 2012 melonjak menjadi Rp 39,78 triliun dan 2013 Polri minta tambahan anggaran jadi Rp 41 triliun," kata Neta.


Ironisnya, ujar Neta lagi, kenaikan anggaran Polri yang begitu besar tidak berbanding lurus dengan kenaikan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Keluhan terhadap anggota Polri yang suka melakukan pungli, masih terus bermunculan. Begitu juga dugaan korupsi yang kian merebak, salah satunya adalah kasus dugaan korupsi simulator SIM, seperti yang diributkan sekarang.

Untuk itu, sebelum kenaikan anggaran dan gaji penyidik Polri direalisasikan, maka harus dilakukan pengusutan terhadap kekayaan lima kelompok anggota Polri. Yakni polisi yang memegang jabatan strategis, memiliki wewenang dalam proyek pengadaan, memegang wilayah, memegang jasa pelayanan publik, dan memegang penanganan kasus.

"Polisi yang di wilayah tugasnya, ada pertambangan, perkebunan dan kawasan hutan perlu juga diusut," cetus Neta.

Menurutnya, tanpa pengawasan ekstra ketat kenaikan anggaran gaji Polri hanya "menggarami laut" yang tidak akan membawa perubahan signifikan pada peningkatan sikap, perilaku maupun kinerja Polri.

"Contohnya sejak reformasi, sejak 12 tahun lalu dimana anggaran Polri sudah naik 1.000 persen, tapi sikap, perilaku dan kinerja Polri masih saja dikeluhkan masyarakat," ungkap dia.

Sebabaimana diberitakan, selain sepakat pembangunan gedung baru KPK, Komisi III juga akan menaikkan anggaran Polri dan Kejagung. Nantinya, gaji penyidik Polri dan Jaksa akan sama dengan penyidik KPK. [rsn/arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya