Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Milisi Mali Akan Hukum Perempuan yang Tak Menikah

SABTU, 13 OKTOBER 2012 | 19:25 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Kelompok milisi yang kini mengendalikan sebagian besar wilayah Mali Utara telah bersumpah akan menghukum secara tegas perempuan yang melakukan hubungan suami isteri di luar nikah.

Mereka saat ini sedang mendata para ibu-ibu yang tidak menikah secara resmi. Milisi ini juga mendesak agar para perempuan menutupi bagian kepala mereka atau menggunakan kerudung.

Para milisi ini juga telah membuat daftar perempuan yang sudah hamil atau memiliki anak tetapi belum menikah. Wanita yang masuk dalam daftar tersebut akan dikenai hukuman seperti rajam, amputasi dan eksekusi.


Laporan ini dibenarkan oleh Asisten Sekjen PBB untuk hak asasi manusia, , Ivan Simonovic, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Mali. Ia membenarkan bahwa para milisi telah menyusun daftar yang mengakibatkan para wanita di Mali terancam dikenai hukuman tersebut

"Ancaman tersebut jelas ada dan itu nyata. Mereka takut tertulis dalam daftar tersebut. Ini bisa menunjukkan bahwa wanita berada pada risiko paling besar untuk menjadi sasaran hukuman yang kejam dan tidak manusiawi," tukas Ivan Simonovic, sebagaiamana dikutip CNN (Sabtu, 13/10).

Pada bulan Juli lalu, kelompok tersebut menghukum seorang pria dan wanita yang berzina di kota Aguelhok, dengan cara dirajam. Tak ayal, peristiwa membuat penduduk yang menyaksikan menjadi ketakutan.[ian]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya